SMKN 1 SAWAHLUNTO

SISWA TKJ 21

revalia dwinta revian

"Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan." - Shakuntala Devi

Rabu, 09 November 2022

BAB V : Kebutuhan Telekomunukasi dalam Jaringan

Kebutuhan Telekomunukasi dalam Jaringan



    Jaringan telekomunikasi merupakan jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat komunikasi dengan jarak tertentu.Perangkat teknologi telekomunikasi di antaranya : handphone, TV, radio, dan lain-lain. 
    Dalam membangun jaringan telekomunikasi, diperlukan beberapa kebutuhan. Untuk melakukan analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan, dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu analisis dan peninjauan lapangan, analisis kebutuhan sumber daya, serta analisis kebutuhan perangkat. Ketiga tahap analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. 


A. Analisis dan Peninjauan Lapangan

=> Bertujuan untuk menentukan kebutuhan telekomunikasi yang diperlukan di suatu daerah.

1. Kebutuhan Telekomunikasi dalam Jaringan 

    Kebutuhan telekomunikasi yang sering digunakan adalah internet dan telepon. 

a. Internet 


     Internet (Interconnected-Networking)  adalah jaringan atau sistem pada jaringan komputer yang sang terhubung dengan menggunakan Sistem Global Transmission .Internet merupakan jaringan komunikasi global terbuka yang menghubungkan jutaan jaringan komputer lain. 
Manfaat Internet dalam telekomunikasi terbagi atas berikut ini.
 1) Internet sebagai media informasi 

2) Internet sebagai alat komunikasi
3) Internet sebagai sarana pendukung kegiatan pendidikan
4) Internet sebagai sarana hiburan

b. Telepon 
 


    Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk suara. Telepon bekerja dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lain. Jaringan telepon merupakan bagian dari integral komunikasi komputer. 

2. Cara Melakukan Analisis dan Peninjauan Lapangan 


    Cara melakukan analisis dan peninjauan lapangan untuk mbangun suatu infrastruktur jaringan telekomunikasi vitu dengan melakukan tinjauan daerah yang akan dilalui oleh jaringan seperti medan area, jarak antarpengguna, dan sebagainya.

B.) Analisis Kebutuhan Sumber Daya dalam Telekomunikasi 

=> Analisis kebutuhan sumber daya dalam telekomunikasi diperlukan sebelum sebuah jaringan telekomunikasi dibangun. 


1. Kebutuhan Sumber Daya dalam Telekomunikasi 

a. Wireline
   Wireline adalah jenis telekomunikasi dengan media transmisi menggunakan kabel sebagai perantara antara pengirim dan penerima. Jaringan wireline biasanya digunakan pada jaringan yang memiliki jarak terbatas seperti dalam laboratorium komputer, jaringan komputer gedung, kantor , sambungan internet dan telepon. 

b. Wireless                                                                                                                                    Wireless adalah jenis jaringan telekomunikasi yang mer sebagai media transmisinya. Jaringan wireless semakin pesat perkembangannya. 

c. Jaringan dengan Modem                                                                                                      Teknologi jaringan dengan modem adalah jaringan yang mengguna modem adalah jaringan yang menggunakan modem sebagai media transmisinya. Modem merupakan perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan An dengan internet. Modem mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog  atau sebaliknya. 

c. Jaringan dengan Satelit                                                                                                          Jaringan dengan satelit adalah teknologi jaringan telekomunikasi yang memanfaatkan satelit sebagai media transmisinya. Satelit merupakan suatu station relay atau repeater gelombang microwave yang berada di dalam orbit bumi. Satelit berfungsi sebagai penghantar data secara nirkabel, memperkuat atau mengulangi sinyal radio dengan frekuensi tertentu yang berasal dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke dalam frekuensi yang berberbeda .


2. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan Sumber Daya 
 
  Dalam melakukan analisis kebutuhan sumber daya telekomunikasi, terdapat beberapa faktor yang digunakan sebagai acuan pertimbangan pembangunan sebuah jaringan telekomunikasi. Faktor-faktor tersebut adalah:
a. Kebutuhan user atau client. 
b. Jumlah rata-rata user atau client. 
c. Kecepatan transfer. 
d. Biaya operasional. 


C .Analisis Kebutuhan Perangkat 

=> Analisis kebutuhan perangkat diperlukan untuk menentukan kebutuhan perangkat yang diperlukan dalam dalam suatu jaringan. 

 1. Kebutuhan Perangkat Telekomunikasi  

a. Wireline 
    Membangun jaringan telekomunikasi wireline memerlukan berbagai perangkat. Fera ang di butuhkan di antaranya kabel UTP, konektor RJ-45, NIC, HUB/switch, router, PC, modem, dan sebagainya. 

b. Wireless 
    Membangun jaringan telekomunikasi wireless membutuhkan perangkat-perangkat see access point, wireless LAN interface, PC, antena eksternal, NIC wireless, bridge wireless, sebagainya. 

c. Jaringan dengan Modem 
    Membangun jaringan telekomunikasi dengan modem membutuhkan perangkat-perangkat seperti PC atau laptop, modem, dan lainnya. 

d. Jaringan dengan Sateli
    Membangun jaringan telekomunikasi dengan satelit memerlukan perangkat-perangkat seperti antena, TV atau radio, perangkat komunikasi seluler, VSAT, dan sebagainya.

2. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan Perangkat 

     Cara melakukan analisis terhadap kebutuhan perangkat di antaranya adalah dengan meninjau atau melihat perangkat yang digunakan oleh setiap user saat mengakses jaringan telekomunikasi. Hal ini karena tidak semua user menggunakan perangkat yang sama dalam bertelekomunikasi.

Senin, 07 November 2022

Fiber Optik


 FIBER OPTIK



A. Mengenal fiber Optik

   Kabel Fiber Optik adalah jenis kabel yang berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi cahaya dan mengalirkannya dari satu ke titik yang lain.Fiber optik  digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.
Fiber optik terdiri dari 2 bagian:
1. cladding 
2. core.



Fiber optik terbagi menjadi 3 tipe: 
1. Single mode : yaitu fiber optik dengan core yang sangat kecil, diameternya mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak dipantul-pantulkan ke dinding cladding.

 2. Graded-index mutlimode: yaitu fiber optik dengan diameter core yang besar dan mempunyai cladding yang bertingkat indeks biasnya sehingga dapat menambah bandwidth jika dibandingkan dengan Step-index multimode. 

3. Step-index multimode: yaitu fiber optik berdiameter core agak besar yang membuat laser di dalamnya akan dipaantul-pantulkan ke dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari fiber optik jenis ini.

B. Dasar-dasar fiber optik
      
    Bagian-bagian fiber optik :



1. Core (inti)
     berfungsi untuk menentukan cahaya merambat dari satu sisi ke sisi lainnya.
Ciri-ciri :
• Terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas yang sangat tinggi.
 • Core merupakan bagian utama dari serat optik karena perambatan cahaya terjadi pada bagian ini. 
• Memiliki diameter 10mm – 50 mm. 
 
 2. Cladding (lapisan)
     berfungsi sebagai kaca untuk memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujungnya.
Ciri-ciri :
• Bagian ini terbuat dari bahan gelas dengan indeks bias lebih kecil dari core. 
• Merupakan selubung dari core. 
• Hubungan indeks bias antara core dan cladding dapat mempengaruhi perambatan cahaya pada core tersebut.

3. Coating (jaket)
     berfungsi sebagai pelindung mekanis dan tempat kode warna. 
Ciri-ciri :
• Bagian coating ini terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk melindungi serat optik dari kerusakan.

4. Strength Member & Outer Jacket.
     berfungsi sebagai pelindung kabel dari gangguan luar yang bisa menyebabkan kerusakan pada bagian core.


C. Jenis-jenis kabel fiber optik

1. Multimode Fiber Optik (MMF) 

    Kabel fiber optik multimode memungkinkan beberapa mode cahaya untuk melewati inti besar, yang pada gilirannya meningkatkan jumlah pantulan saat cahaya melewati. Jenis ini paling sering ditemukan di mana jarak pendek inilah yang diperlukan, seperti di dalam pusat data. Contohnya adalah fiber OM4.
Ada dua jenis fiber multimode:

a. Gradient-Index Fiber Multimode

=>Dalam jenis  serat multimode indeks gradien, cahaya yang bergerak dekat sumbu bergerak lebih lambat daripada cahaya di dekat cladding, yang menghasilkan pengelompokan sinar cahaya yang lebih baik. Indeks bias, kemudian, berkurang secara bertahap dari poros tengah menuju cladding.

b. Step-Index Fiber Multimode 

=>Dalam jenis fiber multimode, cahaya bergerak dalam berbagai zigzag dan rute langsung, memantul dari cladding. Hasilnya adalah “mode” cahaya yang berbeda tiba pada waktu yang berbeda di ujung fiber. Ketika berbagai mode mulai menyebar, sinyal kehilangan sebagian bentuknya. 


2. Single-mode Fiber Optik 

    Single-mode Fiber Optik memiliki core/inti lebih kecil dari fiber multimode, dan hanya memungkinkan satu mode cahaya untuk bergerak. Karena ada lebih sedikit pantulan cahaya jenis kabel optik single-mode memiliki pelemahan sinyal terendah, dan cahayanya dapat bergerak lebih jauh.Contoh: 50/125/250 menunjukkan kabel fiber optik dengan core 50 mikron, cladding 125 mikron, dan coating 250 mikron. 

D. Prinsip Kerja Fiber Optik

1. Sinyal awal atau source dengan bentuk sinyal listrik pada transmitter akan diubah oleh dioda/laser dioda (Tranducer Optoelektronik) hingga menjadi sebuah sinyal elektris kembali. 

2. Gelombang cahaya yang selanjutnya akan ditransmisikan lewat kabel fiber optik menuju ke penerima atau receiver yang ada di ujung lainnya dari fiber optik.

3. Pada penerima atau receiver dimana sinyal optik akan diubah oleh photo diode (Tranducer Optoelektronik) hingga menjadi sebuah sinyal elektris kembali.

E. Jenis-jenis fiber optik


1. Single Mode Fiber (SMF) 



    Disebut “single mode” karena penggunaan kabel fiber optic ini hanya memungkinkan terjadinya satu modus cahaya saja yang dapat tersebar melalui inti pada suatu waktu. 
Ciri-ciri single mode :
- memiliki core dengan ukuran yang kecil 
- memiliki kapasitas lebih besar pada saat mentransmisikan infiber optikrmasi 
-bisa mempertahankan akurasi dari jumlah cahaya agar jarak tempuhnya akan 12 menjadi lebih besar. 
-Diameter core terlalu kecil sehingga membuat penyambungan cahaya pada core akan menjadi lebih rumit,
-Pembangunan yang rumit dan biaya yang lebih mahal.

2.  Multi Mode Fiber (MMF)


    Jenis kabel yang satu ini menggunakan LED (Light Emiting Diode) sebagai media transmisinya, serta lebih ditujukan untuk kepentingan komersil. Jenis ini berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah.
Ciri-ciri fiber optik :
- memiliki sebuah diameter core dengan indeks bias yang lebih besar dari single mode
- ukuran dari core kabel multi mode sekitaran 50 hingga 100 mikrometer. 
- mempunyai inti (coe) yang lebih besar (berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron).

Jika diklasifikasikan menurut aplikasi standar, jenis-jenis kabel fiber optik dibedakan menjadi beberapa tipe. Berikut ini diantaranya : 
1. Tight Buffer (Indoor/Outdoor) 
2. Breakout Cable (Indoor/Outdoor) 
3. Aerial Cable/Self-Supporting
 4. Hybrid & Composite Cable 
5. Armored Cable 
6. Low Smoke Zero Halogen (LSZH) 
7. Simplex cable 
8. Zipcord cable 

 F. Kelebihan dan kekurangan fiber optik :


Kelebihan fiber optik :
1. Memiliki Band width lebar 
2. Mempunyai Redaman yang kecil  
3. Kebal terhadap induksi 
4. Memiliki Keamanan rahasia informasi lebih baik 
5. Aman dari bahaya listrik 
6. Memiliki kecepatan dengan transmisi yang lebih tangguh, ini karena menyediakan kapasitas yang mencapai 1 GB/ detik. 
7. Bisa mentransmisikan sebuah data yang menyesuaikan dengan jarak cukup jauh
8.  Memiliki ukuran yang lebih fleksibel dan sangat kecil. 
9.  Tak mudah konsleting yang mengakibatkan kebakaran, karena fiber optik tidak memiliki aliran listrik.
10. Tahan karat, karena bahannya berasal dari plastik dan kaca. 

Kekurangan fiber optik :
1. Tidak dapat menyalurkan energi listrik. 
2. Pada sistem repeater, transmistter dan receiver perlu pengubahan energi listrik ke optik dan sebaliknya. 
3. Perangkat sambung relatif lebih sulit, karena terbuat dari gelas silica, memerlukan penanganan yang lebih hati-hati.
4. Perangkat terminasi lebih mahal. 
5. Perbaikan lebih sulit. 
6. Biaya instalasi dengan perawatan yang lebih mahal
7. Membutuhkan suatu sumber daya cahaya yang lebih kuat.
8. Kabel wajib dipasang pada jalur yang berbelok

G. Fungsi fiber optik
     
Menghubungkan antar komputer atau pengguna satu sama lain dan dalam lingkup jaringan tertentu dengan kecepatan akses yang tinggi serta kemampuan transfer data lebih cepat.

H. Fungsi Alat Kerja Fiber Optic

1.Fusion splicer 



 => sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan  alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser. 

2. Stripper 



=> Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.

3. Cleaver 



 =>berfungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas

4. Optical Power Meter (OPM) 



=>Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. 

5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR) 



=> Optical Time Domain Reflectormeter OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat ptik dalam jarak tempuh tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi. 

 6. Light Source 



=>Light Source Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur suatu redaman jalur atu end to end dimana Light Source ini akan berfungsi sebagai media yang memberi signal-nya. 

7. Optical Fiber Identifier 



=>Optical Fiber Identifier Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya.

 8. Visual Fault Locator 



=>Visual Fault Locator Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber optic. Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end to end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan.

 9. Bit Error Rate Test 



=> Bit Error Rate Test Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu layanan Clear Channel yang sedang coba di uraikan penulis. 

I.  Penyambungan Fiber Optic

 Penyambungan serat optik atau yang sering disebut dengan splicing serat optik dilakukan pada saat serat putus yang dikarenakan oleh faktor dari luar seperti terkena senar layangan, cangkul, jangkar, dan lain-lain atau untuk menghubungkan ujung serat optik pada saat instalasi dengan jarak yang jauh. Dengan melakukan splicing ini kita akan dapat mengurangi redaman. 

1. Peralatan dan Bahan
a) Splicer 
b) Pemotong tube
c) Cutter 
d) Tang logam
e) Tang pengupas serat
f) Tang pemotong serat
g) Kain bersih 
h) Alkohol 
i) Tissue 
j) Selotip 
k) Spidol 
l) Meteran 
m)Thinner-B 
n) Pelindung serat

2. Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam penyambungan Serat Optik
 a) Sebelum melakukan splicing usahakan agar semua peralatan dan bahan serta tangan kita sebersih mungkin sebab adanya kotoran pada serat optik dapat menyumbang redaman pada serat. 
b) Selalu letakkan tangan di belakang cutter ketika sedang melakukan pengupasan pelindung serat. 
c) Jangan menginjak tube karena akan merusak core yang ada di dalamnya sehingga bisa menyebabkan core pecah atau retak. 
d) Sebaiknya jangan mendekatkan cairan alkohol ke mata kita sebab cairan alkohol bisa menguap ke udara. 
e) Jangan menggulung core dengan diameter yang sangat kecil karena bisa membuat core putus.
 f) Jangan membuang core sembarangan sebab bila menembus kulit dikuatirkan bisa masuk ke aliran darah dan mengganggu kesehatan. 
g) Selalu perhatikan perlindungan pada kaset agar air tidak dapat masuk kedalam kaset dan bisa merusak serat tersebut. 
h) Ikuti prosedur atau langkah-langkah yang ada. 

3. Langkah-Langkah Instalasi 
a) Ukur dengan menggunakan meteran sepanjang +150cm (dalam keadaan baik) dari ujung kabel lalu tandai dengan isolasi atau spidol. +150 cm Gambar 1. 42 Panjang kabel yang dikupas
 b) Untuk kabel udara terlebih dahulu mengupas logam dalam kabel yang berfungsi sebagai penopang kabel saat berada di udara dengan menggunakan cutter sepanjang batas tersebut lalu potong dengan tang logam. 
c) Setelah itu mengupas pelindung tube yang berwarna hitam sepanjang batas tersebut. 
    Langkah-langkah untuk membuka pelindung: 
1) Sebaiknya dilakukan secara sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm dengan cara digergaji dan jangan terlalu dalam karena akan mengenai tube. 
2) Patahkan sedikit dan memutar pada bekas gergaji dan sudut patah tidak boleh 30o agar tube tidak ikut patah.
 3) Lalu tarik sehingga yang terlihat hanya benang pelindung dan kupas benang tersebut dengan cutter sehingga yang terlihat hanya tube yang dilapisi jelly. 
d) Bersihkan tube dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan thinner-B sampai bersih.
e) Ukur tube tersebut dari batas isolasi sepanjang +50 cm beri tanda dengan spidol.
f) Bersihkan core tersebut dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan thinner-B sampai bersih. 
g) Gulung serat optik dengan bentuk melingkar agar aman, tidak kotor dan tidak mengenai tanah. 

4. Langkah-Langkah Splicing 
a) Terlebih dahulu masukkan plastik khusus untuk melindungi bagian core yang telah di-splice satu persatu dengan diberi tanda dengan spidol. 
b) Kupas core dari jaketnya menggunakan tang pengupas dengan cara memposisikan tang agak miring, tahan lalu tarik ke ujung core secara perlahan.
 c) Setelah terkupas bersihkan core dengan tissue yang sudah dibasahi dengan alkohol sampai gesekannya mengeluarkan bunyi. Lakukan sebanyak 3 kali lalu keringkan dengan tissue.
 d) Lalu masukkan ke dalam pemotong core dimana kita menempatkan ujung jaket pada skala antara 15 dan 20, lalu potong. Pada saat memotong, pisau harus dijalankan dengan kecepatan yang sesuai dan konstan. 
e) Setelah itu kita masukkan ke dalam splicer yang berfungsi menyambung core dengan teknik fusion. Jangan sampai ujung core menyentuh sesuatu benda sebab akan menambah redaman. Gambar 1. 45 Peletakan serat optik pada splicer 
f) Kemudian tekan tombol set maka secara otomatis splicer akan meleburkan kedua core dan menyambungnya. Tunggu sampai layar menunjukkan estimasi redaman lalu tekan reset maka layar akan kembali ke tampilan awal. 
g) Setelah itu keluarkan core tersebut lalu geser plastik khusus tadi ke sisi core yang telah mengalami proses splice. Kemudian masukkan ke bagian splicer yang berfungsi untuk memanaskan plastik tersebut. Tunggu sampai splicer mengeluarkan bunyi lalu keluarkan. 
h) Kemudian letakkan core kembali ke dalam kaset tadi seperti gambar di bawah ini

5. Rugi-Rugi Penyambungan 
Rugi-rugi penyambungan dapat terjadi karena 
:a) Perbedan struktur serat optik antara lain:
1) Diameter core tidak sama. 
2) Letak core tidak berada di tengah.

 b) Kualitas penyambungan antara lain : 
1) permukaan serat tidak rata. 
2) Sumbu serat tidak sejajar. 
3) Penyimpangan sudut. 
4) Serat masih basah. 
5) Ujung serat menyentuh sesuatu.

6. Kualitas Penyambungan 
a) Kualitas kabel yang sesuai spesifikasi
b) Alat sambung yang baik. 
c) Lingkungan harus bersih.
d) Jointer harus berpengalaman. 

J. Perangkat Pasif Jaringan Fiber Optic

1. GPON, ONT, dan OLT

a) GPON (Gigabit Passive Optical Network)



    GPON merupakan sebuah teknologi node akses yang diperlukan untuk mengantarkan layanan data, suara, dan video ke tempat pelanggan.  Prinsip kerja dari jaringan GPON yaitu mengantarkan sinyal menuju komponen pasif fiber optik dan melanjutkannya kepada pelanggan. 

b) OLT (Optical Line Terminal) 



    Optical Line Terminal merupakan sebuah komponen pasif fiber optik yang memiliki fungsi sebagai titik akhir dari layanan jaringan. Cara kerja OLT adalah mengubah sinyal listrik menjadi sinyal optik. 

 c) ONT (Optical Network Termination) 




    ONT merupakan komponen pasif fiber optik berfungsi memberi tampilan tatap muka pada pengguna layanan. Sinyal optik yang ditransmisi diubah menjadi sinyal elektrik

 2. Keunggulan dan Kelemahan GPON 

 Keunggulan GPON
1) Mampu menghadirkan layanan triple play services (suara, data, dan video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu inti FO. 
2) Dapat membagi bandwidth hingga 32 ONT
 3) GPON bisa mengurangi penggunaan kabel pada peralatan kantor 
4) Pengalokasian bandwidth bisa diatur dengan mudah 
5) Biaya perawatan lebih murah, karena memiliki komponen pasif 
6) Lebih efisien dalam hal biaya pemasangan, pemeliharaan, dan pengembangan. 

 Kelemahanan  GPON :
 1) Kompleksitas model layering dibanding jaringan lain 
2) Jika dibandingkan dengan GEPON, instalasi GPON memakan dana lebih banyak 
3) Penerima laju data 2.4 Gbps saat ini terbilang cukup mahal 
4) Saat ini bandwidth upstream hanya terbatas hingga 622 Mbps saja I. 


Permasalahan Jaringan Fiber Optic 

 Dari problem pada saat instalasi,supaya hal yang sama tidak terjadi kembali, untuk meminimalisasikan terjadinya problem tersebut, tim menyimpulkan berapa hal diantaranya: 1. Pastikan kabel fiber yang digunakan bersih dan tidak patah atau rusak. 
2. Pada saat splicing pastikan loss yang dihasilkan seminimal mungkin. Atau mencapai RX sensitivity yang direkomendasikan yaitu -22 s/d – 24 dB. 3. Pada saat memasukan konektor ke salah satu port di OTB pastikan inner-nya masuk secar
a tepat.(jika hal ini tidak diteliti dengan baik maka pada saat melakukan pengukuran dengan power meter, maka loss yang di hasilkan akan besar). 
4. Pada saat pengukuran dengan power meter pastikan gelombang yang digunakan sama.

 Bila terjadi beberapa masalah, maka cek beberapa keterangan kofigurasi di bawah ini diantaranya adalah :

 1. Failure of ONU to range 
a) Fiber yang kotor 
b) Sinyal degradasi 
c) Kabel fiber terlalu panjang 
d) Kabel fiber rusak 
e) Bad connections/fiber plant components
 f) Laser/receiver tidak berfungsi 
g) ONU ID# conflict

 2. Loss permanent pada frame/pattern di TDM 
a) Konfigurasi kabel yang salah
 b) Ports/Channels/Board tidak aktiv 

3. Tidak bisa telnet ke SCC management port (pada OLT) Konfigurasi yang salah pada SCC IP parameternya. 

4. No IP traffic
 a) VLAN membership yang salah 
b) Ports tidak di enabled




Kamis, 06 Oktober 2022

MATERI BAB II KELAS XI

 

Senin, 26 September 2022

BAB 2 Mengevaluasi Jaringan Nirkabel

Mengevaluasi Jaringan Nirkabel


     Jaringan nirkabel adalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antarsistem komputer tanpa menggunakan kabel. Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi , teknologi informasi, dan teknik komputer. Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel , seperti : gelombang radio, gelombang mikro , cahaya infra merah.


A. Dasar Jaringan Nirkabel Dan Gelombang Radio

1. Jaringan Nirkabel 

a. Pengertian Jaringan Nirkabel


             Jaringan nirkabel adalah teknologi yang menggunakan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya (seperti teknologi infrared pada remote tv) atau gelombang radio (Bluetooth pada ponsel dan computer) dengan frekuensi tertentu. Beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti : gelombang radio, gelombang  mikro, cahaya infrared. Prinsip dasar sebuah jaringan nirkabel sama dengan jaringan berkartu jaringan (Ethernet card).

b. Keunggulan Jaringan Nirkabel

 1.Tingkat Mobilitas Tinggi
      Penggunaan jaringan nirkabel memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk mengakses informasi dimana pun mereka berada selama dapat terjangkau jaringan nirkabel tersebut.
           
2. Proses Instalasinya Mudah dan Cepat
     Instalasi jaringan nirkabel mudah dan cepat tanpa harus menarik kabel melalui dinding. Kabel digunakan ketika menghubungkan sebuah access point  ke sebuah jaringan (hub/repeater/router),        sementara koneksi ke komputer klien dilakukan via gelombang radio dengan medium udara.

 3. Lebih Fleksibel
    Penggunaan jaringan nirkabel memungkinkan membangaun sebuuah jaringan komputer  pada tempat yang tidak mukin atau sulit dijangkau oleh kabel. Seperti di kota-kota besar, sehingga penggunaan jaringan nirkabel menjadi salah satu alternatif solusi yang tepat.

 4. Meningkatkan Prongduktivitas
     Karena dapat selalu tersambung ke jaringan intranet atau internet, di mana pun pengguna  berada selama dalam jangkauan jarinan, respons pengguna akan lebih cepat. Seperti dalam  sebuah perusahaan, ketika karyawan dapat mengakses informasi di lokasi mana pun, mereka dapat dengan cepat merespons kebutuhan atau keluhan dari pelanggan sehingga proses pengambilan keputusan dapat segera dilakukan.

c. Kerugian Jaringan Nirkabel
1. Keamanan
     Karena jaringan nirkabel bekerja dengan medium udara, sebenarnya transmisi data dapat ditangkap dan disadap oleh siapa saja sehingga banyak sekali jenis serangan yang terjadi pada jaringan nikabel.

 2. Faktor Kecepatan
      Menyediakan trasmisi data 11 Mbps hinggga 54 Mbps. Kecepatan data dipengaruhi oleh lingkungan sehingga laju data menjadi 11 Mbps hingga 24 Mbps. Faktor cuaca berpengaruh  terhadap kualitas sinyal, sitem transmisi yang digunakan adalah medium gelombang radio di udara, sehingga bisa memberikan penundaan kepada pengguna.

3. Faktor Biaya (cost)
    Harga komponen untuk membat jaringan nirkabel saat ini masih tergolong mahal sehingga implementasinya membutuhkan perencanaan yang tepat. Biaya perawatannya masih lebih murah          dibandingkan jaringan kabel. Selain itu, jaringan nirkabel sangat cocok untuk  lingkungan yang dinamis, maksudnya sering mengalami perpidahan atau rotasi lingkungan kerja

2.Gelombang Radio 

a.  Pengertian Gelombang Radio 

    Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal  dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik).Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik , dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya ) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik. Pengelompokan gelombang radio menurut panjang gelombang atau frekuensinya : 


b. Frekuensi dan Panjang Gelombang
    
    Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Untuk mencapai suatu jarak tertentu , semakin panjang gelombang, semakin rendah frekuensinya dan sebaliknya.

Gelombang sinusoida dengan beberapa macam frekuensi

Untuk menghitung frekuensi , seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik.


`                                 

atau

Ket:

f = frekuensi (Hertz)
T = periode (sekon atau detik)
n = jumlah getaran
t = waktu untuk bergetar (detik atau sekon)

Untuk mencari frekuensi ketika diketahui panjang gelombang, bagilah kecepatan dengan panjang gelombang. 


Ket : 

f = Frekuensi ( Hz)
c = cepat rambat gelombang (m/s)  yaitu 3.0000.000.000 m/detik
λ = panjang gelombang (meter)  yaitu yang ditempuh oleh gelombang selama satu kali getar.

contoh soal :

    Diketahui sebuah panjang gelombang sebesar 10.000 meter, berapakah alokasi frekuensi sebuah radio amatir jika diketahui kecepatan cahaya 300.000.000 meter/detik.

Jawaban:

f = c / λ
  = 300.000.000/10.000
  = 3000 meter

     Panjang gelombang adalah jarak di antara untuk mengurangi gelombang yang diukur dari satu titik pada gelombang ke titik yang sesuai di unit berikutnya.
    Sebagai contoh, jarak dari atas - disebut puncak - satu unit gelombang ke puncak berikutnya adalah satu panjang gelombang.
Panjang gelombang

    Ketika berhadapan dengan radiasi ruang hampa, kecepatan ini adalah kecepatan cahaya c, untuk sinyal (gelombang) di udara , ini merupakan kecepatan suara di udara. Hubungannya adalah :

lambda = frac{c}{f}
 λ = panjang gelombang dari suara atau gelombang elektromagnetik
c = kecepatan cahaya dalam vakum = 299,792.458 km/d ~ 300,000 km/d = 300,000,000 m/d atau kecepatan suara dalam udara = 343 m/d pada 20 °C (68 °F)
f = frekuensi gelombang
Contoh soal :
    Carilah panjang gelombang dari gelombang yang bergerak  dengan kecepatan 20 m/s pada frekuensi 5 Hz.
Jawaban:
 λ = c/f
   = ( 20 m/s) / 5 Hz
   = 4m
c. Modulasi Analog
    Macam-macam modulasi analog terdiri dari:
1) Modulasi AM 
    Modulasi Amplitudo ( Amplitude Modulation, Am) adalah proses menumpangkan sinyal informasi menuju sinyal pembawa ( carrier) sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi.pada modulasi amplitudo sinyal pemodulasi atas informasi mengubah amplitudo sinyal pembawa.
 
2) Modulasi FM 
    
   Pada modulasi Frequency Modulation ( FM ), sinyal pemodulasi  arau sinyal informasi mengubah frekuensi sinyal pembawa.Besarnya frekuensi sinyal pembawa akan berbanding lurus dengan amplitudo sinyal pemodulasi.Gambar  dibawah  mengilustrasikan modulasi frekuensi sinyal pembawa sinusoidal dengan menggunakan sinyal pemodulasi yang juga berbentuk sinyal sinusoidal.

    Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM, frekuensi gelombang carrier akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya, Amplitudo gelombang carrier relatif tetap. Setelah dilakukan penguatan daya sinyal (agar bisa dikirim jauh), gelombang yang telah tercampur tadi dipancarkan melalui antena.


3) Modulasi PM

    Phase Modulation (PM) adalah proses modulasi yang mengubah fasa sinyal pembawa sesuai dengan sinyal pemodulasi atau sinyal pemodulasinya. Sehingga dalam modulasi PM amplitudo dan frekuensi yang dimiliki sinyal pembawa tetap, tetapi fasa sinyal pembawa berubah sesuai dengan informasi.

    PM merupakan bentuk modulasi yang merepresentasikan informasi sebagai variasi fase dari sinyal pembawa. Hampir mirip dengan FM, frekuensi pembawa juga bervariasi karena variasi fase dan tidak merubah amplitudo pembawa. PM perubahan dari sinyal modulasi akan merubah fasa dari gelombang pembawa. PM (phase modulation) jarang digunakan karena memerlukan perangkat keras penerima yang lebih kompleks. Dapat menimbulkan ambigu dalam menentukan apakah sinyal mempunyai fase 0 atau 180.

    PM menggunakan perbedaan sudut fasa dari sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital. Pada cara modulasi ini amplitudo dan frekuensinya tetap, sedang fasanya yang berubah-ubah. Cara modulasi ini yang paling baik tetapi juga paling sukar. Biasanya dipergunakan untuk pengiriman data dalam jumlah yang banyak dan dalam kecepatan yang tinggi.


d.Modulasi Digital

    Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (Bit Stream) kedalam sinyal pembawa. Modulasi digital sebenarnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang sinyal pembawa sehingga bentuk hasilnya (sinyal pembawa modulasi) memiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) Berarti dengan mengamati sinyal pembawanya, kita bisa mengetahui urutan bitnya. Melalu proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik (logam atau optik) atau nonfisik (gelombang gelombang radio).

1) ASK (Amplitude Shift Keying)

    Modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran amplitudo. Sistem modulasi ini merupakan sistem modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dan sinyal digital D sebagai suatu nitai. tegangan yang bernilai O volt. Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah seperti pada gambar 2.8 di bawah.





    Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud (kecepatan digital) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan melalui saluran transmisi jarak jauh selalu dipengaruhi oleh redaman dan distorsi lainnya. Oleh sebab itu metode ASK hanya menguntungkan bila dipakai untuk hubungan jarak dekat saja Dalam hal ini faktor noise atau gangguan juga harus diperhitungkan dengan teliti, seperti juga pada sistem modulasi AM.

2) FSK (Frequency Shift Keying)

    FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Frequency Shift Keying (FSK) merupakan sejenis Frequency Modulation (FM), di mana sinyal pemodulasinya (sinyal digital) menggeser output nya antara dua frekuensi yang telah ditentukan sebelumnya, yang biasa diistilahkan frekuensi mark dan space. Modulasi digital dengan FSK juga menggeser frekuensi carrier menjadi beberapa frekuensi yang berbeda di dalam band-nya sesuai dengan keadaan digit yang dilewatkannya. Jenis modulasi ini tidak mengubah amplitudo dari signal carrier yang berubah hanya frekuensi.

    Dalam modulasi FM, frekuensi carrier diubah-ubah harganya mengikuti harga sinyal pemodulasinya (analog) dengan amplitudo pembawa yang tetap. Jika sinyal yang memodulasi tersebut hanya mempunyai dua harga tegangan 0 dan 1 (biner/digital), maka proses modulasi tersebut dapat diartikan sebagai proses penguncian frekuensi sinyal. Hasil gelombang FM yang dimodulasi oleh data biner ini kita sebut dengan Frekuensi Shift Keying (FSK). Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital 2.9 di bawah.





3) PSK (Phase Shift Keying)

    Modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) merupakan modulasi yang menyatakan pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran fasa. Biner 0 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa yang sama terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya dan biner 1 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa berlawanan dengan sinyal dengan sinyal yang dikirim sebelumnya. Dalam proses modulasi ini, fasa dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) adalah seperti pada Gambar 2.10 di bawah.


    Phase Shift Keying (PSK) atau pengiriman sinyal digital melalui pergeseran fasa. Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi fasa yang memungkinkan fungsi pemodulasi fasa gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses modulasi ini fasa dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Sudut fasa harus mempunyai acuan kepada pemancar dan penerima guna memudahkan untuk memperoleh stabilitas, Dalam keadaan seperti ini fasa yang ada dapat dideteksi bila fasa sebelumnya telah diketahui. PSK memungkinkan fungsi pemodulasi fasa gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya.

B.   Jenis Teknologi Jaringan Nirkabel

     Jaringan nirkabel terkabel terbagi menjadi beberapa kategori. Beberapa jenis jaringan nirkabel secara umum mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan jaringan kabel tradisional. 

Beberapa di antaranya adalah :
1         1    Nirkabel Personal Area Network (PAN)
2         2     Nirkabel Local Area Network  (LAN)
3              3   Nirkabel Wide Area Network (WAN)
 
        Secara logika, sama dengan jaringan tradisional, yang membedakan adalah media  yang digunakan. Secara konsep dasar, layering nirkabel sama dengan wired networking,   hanya cara komunikasi serta mediasinya yang berlainan.

1.  WPAN dan WLAN

a. WPAN (Wireless Personal Area Network)

   Jaringan  personal adalah jaringan nirkabel yang mempunyai cakupan area yang sangat sempit, yaitu sekitar 20m.Performanya dalam kategori sedang, dimana rate-nya mencapai 2 Mbps.Pemanfaatan jaringan personal wireless telah cukup luas, terutama pada peralatan-peralatan mobile seperti PDA, laptop, dan telepon seluler. Pemanfaatan yang paling umum adalah aktivitas sinkronisasi antar peralatan gadget dengan PC atau laptop.

   Implementasi wirelessPAN banyak diterapkan pada peralatan gadget, seperti telepon selular, PDA, atau PDA Phone, audio headset, dan masih banyak lagi. Dengan audio headset contohnya, pengguna gadget akan dengan mudah melakukan pembicaraan dan mendengarkan musik tanpa terbebani kabel yang membelit peralatannya.

Teknologi jaringan WAN antara lain yaitu:
1)      802.15
    Teknologi yang digunakan mencakup teknologi pemanfaatan inframerah dan radio frekuensi Bluetooth. Standar IEEE 802.15 telah memfokuskan pada pengembangan jaringan wireless personal dengan koordinasi standar yang lain, seperti standar 802.11 pada jaringan yang lebih luas. Beberapa standar tersebut antara lain :
a) 802.15.1, Task grup 1 telah mengeluarkan standar wireless PAN pada     spesifikasi Bluetooth versi 1.1 dengan menggunakan frekuensi hopping spread spectrum (FHSS) dan beroperasi hingga 1 Mbps. Digunakan untuk memfasilitasipara pengembang yang mendukung Bluetooth.
b) 802.15.2, Task grup 2 ini telah mendefinisika rekomendasi terhadap 802.15 yang berdampingan dengan standar 502.11 serta beroperasi pada frekuensi yang sama, yaitu 2,4 GHz. Dua standar ini diharapkan dapat menghilangkan interferensi yang terjagi pada keduanya dan meminimalisasi interferensi antar peralatan yang mendukung standar ini.
c) 802.15.3, Task grup 3ini telah mengeluarkan draft standar untuk meningkatkan rate pada wireless PAN menjadi lebih tinggi. Data rate yang ditingkatkan adalah 11,22,33,44, dan 55 Mbps. Kombinasi dan data rate ini sangat dibutuhkan untuk aplikasi multimedia, yaitu untuk meningkatkan Quality of Service (QoS).
d) 802.15.4, Task grup 4 ini telah mendefinisikan standar low date rate yang sangat ekstrim, sehingga menghasilkan peralatan yang mempunyai konsumsi daya sangat rendah. Peralatan berupa peralatan dengan bentuk yang kecil dan mempunyai daya tahan baterai yang sangat panjang dari range bulanan hingga tahunan. Contoh penerapannya adalah sistem peralatan otomatisasi rumas, dll.

2)      Bluetooth
    
    Bluetooth merupakan spesifikasi industri untuk jaringan wilayah pribadi nirkabel (WPAN). Bluetooth memfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi diantara alat-alat seperti PDA, ponsel, komputer laptop, printer, dan kamera digital melalui frekuensi radio jarak dekat.


    Perhatikan gambar diatas. Arsitektur WPAN terdiri dari penerima frekuensi radio yang merupakan pengontrol level bawah yang berada pada lapisan fisik, kemudian di atasnya ada lapisan data link (data link layer) yang di dalamnya terdapat sub lapisan MAC yang selain berfungsi untuk menghubungkan dengan lapisan fisik juga berfungsi untuk mengonfigurasi jaringan. Lapisan di atas lapisan data link adalah lapisan network yang berfungsi mencari jalan untuk pengiriman data (message routing). Lapisan paling atas dalam arsitektur WPAN adalah lapisan aplikasi yang berfungsi untuk perangkat antermuka antara pemakai dan perangkat

b) WLAN (Wireless Local Area Network)

    Wireless Local Area Network (Wireless LAN) adalah jaringan komputer yang memungkinkan user untuk terkoneksi tanpa menggunakan kabel jaringan. Laptop atau gadget yang dilengkapi dengan kartu wireless LAN bias bergerak disekitar gedung sambil membawa komputer dan tetap terhubung ke jaringan mereka tanpa perlu mencolok kabel.  

     Jaringan wireless LAN sangat efektif digunakan dalam sebuah kawasan atau gedung. Dengan performa dan keamanan yang dapat diandalkan, pengembangan jaringan wireless LAN menjadi tren baru pengembangan jaringan menggantikan jaringan wired atau jaringan penuh kabel.

    Karena wireless LAN mengirim menggunakan frekuensi radio, wireless LAN diatur oleh jenis hukum yang sama dan digunakan untuk mengatur hal-hal seperti AM/FM radio. Federal Communications Commision (FCC) mengatur penggunaan alat dari wireless LAN.
 
    Dalam pemasaran wireless LAN sekarang, menerima beberapa standar operasional dan syarat dalam Amerika Serikat yang diciptakan dan dirawat oleh Institute of Electronic Engineers (IEEE).

1.      Standar Wireless LAN
    IEEE (Institute of Electronic Engineers) merupakan organisasi non-profit yang mendedikasikan kerja kerasnya demi kemajuan teknologi. Pada tahun 1980, IEEE membuat sebuah bagian yang mengurusi standarisasi LAN dan MAN (Metropolitan Area Network). Bagian ini kemudian dinamakan sebagai 802. Angka 80 menunjukan tahun dan angka 2 menujukan bulan dibentuknya kelompok kerja ini. (sto,2007
Adapun standarisasi tersebut adalah sebagai berikut :
a)      IEEE 802.11 – Standar asli wireless LAN menetapkan tingkat perpindahan data yang paling lambat dalam teknologi transmisi light-based dan RF.
b)      IEEE 802.11b – Menggambarkan tentang beberapa transfer data yang lebih cepat dan lebih bersifat terbatas dalam lingkup teknologi transmisi. IEEE 802.11a – gambaran tentang pengiriman data lebih cepat dibandingkan (tetapi kurang sesuai dengan) IEEE 802.11b, dan menggunakan 5 GHz frekuensi band UNII.
c)      IEEE 802.11g – Syarat yang paling terbaru berdasar pada 802.11 standar yang menguraikan transfer data sama dengan cepatnya seperti IEEE 802.11a, dan sesuai dengan 802.11b yang memungkinkan untuk lebih murah.

2.      Komponen Wireless LAN
Ada 3 komponen utama dalam Wireless LAN:
a)      Access Point
    Merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.


b)      Wireless LAN interface

     Merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Desktop PC, peralatan yang dikembangkan secara missal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card maupun melalui port USB (Universal Serial Bus).

c)      Mobile Desktop/PC

    Merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile Pc pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atau USB (Universal Serial Bus).



3.      Teknologi LAN Nirkabel
a.       Wi-Fi (wireless fidelity)
          Merupakan sebuah teknologi jaringan nirkabel yang digunakan di seluruh dunia. Wimengacu pada system yang menggunakan standar 802.11, yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan rilis pada tahun 1997
      Dalam jaringan Wi-Fi, komputer dengan kartu jaringan wifi terhubung tanpa kabel ke router nirkabel. Router tersambung ke internet melalui modem, biasanya kabel atau modem DSL. Setiap pengguna dalam jarak 200 kaki atau lebih (sekitar 61m) dan titik akses kemudian dapat terhubung ke internet, meskipun untuk kecepatan transfer yang baik, jarak 100 kaki (30,5m) atau kurang lebih baik.
     Wifi adalah teknologi yang dirancang untuk memenuhi system komputasi ringan masa depan dengan mengonsumsi daya minimal. PDA,laptop,dan berbagai aksesoris dirancang untuk wifi-kompatibel.

Ilustrasi WiFi/Hostpot

b.      Hostpot
Hotspot adalah definisi untuk daerah yang dilayani oleh satu Access Point Wireless LAN standart 802.11a/b/g, dimana pengguna (user) dapat masuk ke dalam Access Point secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, PDA atau lainnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah kawasan wireless area adalah konfigurasi serta persyaratan apa yang harus dipenuhi serta untuk siapa wireless area diperuntukkan. Beberapa hal tersebut adalah ukuran lokasi cakupan, jumlah perkiraan user yang simultan, dan tipe pengguna wireless sasaran.
A.     Ukuran lokasi cakupan : Ukuran ini menjadi pertimbangan awal yang sangat menentukan dalam membangun area wireless hotspot. Dengan menentukan area cakupan, akan dapat dipilih peralatan access point  (AP) mana yang dapat melayani. Beberapa AP diperlukan untuk menyediakan area cakupan yang lebih luas.
B.     Jumlah pengguna : Dalam melakukan layout hotspot, jumlah user dapat digunakan untuk menentukan serta memperkirakan kepadatan pengguna pada kawasan tersebut. Kepadatan ini dapat dapat diukur dari jumlah pengguna per kawasan. Di samping jumlah pengguna, hal yang lebih penting adalah pola pengguna sasaran yang dituju, sehingga akan dapat ditentukan pula target minimum bandwith per user yang aktif.
C.     Model Penggunaan : Faktor ketiga adalah tipe aplikasi apa yang digunakan oleh user yang akan tersambung di hotspot tersebut. Model pada aplikasi kampus akan berbeda aplikasinya disbanding dengan di hotel, atau di kafe-kafe yang menyediakan  hotspot. Kebutuhkan apa yang dapat digunakan sebagai standar minimal bandwith yang dibutuhkan untuk menyediakan ketersediaan resource bandwith, adalah faktor utama dalam menentukan kapasitas minimal bandwith internet yang akan digunakan.

2.      WWAN (Wireless Wide Area Network)
a)      Pengertian WWAN
   Wireless Wide Area Network adalah jaringan yang menjangkau area yang lebih luas dibandingkan dengan wireless LAN. Jika wireless LAN digunakan supaya user jaringan bias bergerak dalam area yang kecil , maka wireless WAN digunakan untuk menyediakan koneksi internet bergerak dengan area jangkauan yang lebih luas untuk pelaku perjalanan bisnis atak teknisi lapangan.
    Wireless WAN  memungkinkan user untuk mengakses internet,e-mail, serta aplikasi serta informasi perusaan meskipun mereka jauh dari kantor.Wirelees WAN menggunakan jaringn selular untuk transmisi data. Contoh sistem selular yang digunakan adalah CDMA, GSM, GPRS, EDGE, 3G, dan HSDPA. Komputer portabel dengan modem wireless WAN terhubung ke base station pada jaringan wireless ke gelombang radio. Tower radio kemudian membawa sinyal ke Mobile Switching  Center, dimana data dilewatkan ke jaringan yang sesuai. Koneksi ke internet dilakukan dengan menggunakan koneksi service provider
    Wireless WAN menggunakan jaringan selular eksisting sehingga bias melakukan panggilan suara melalui wireless WAN. Baik telepon selular dan kartu wireless WAN bias melakukan panggilan suara dan juga melewatkan data pada jaringan wireless WAN.
1)      Bentuk Komunikasi WWAN
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan public maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota antar negara, melalui penggunaan beberapa antenna atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasi. Bentuk komunikasi jaringan WAN antara lain Point to point, sirkuit switchin, dan paket switching.
2)       Point to point, disebut juga jaringan leased line, dimana jaringan ini secara privat berhubungan satu sama lain. Link ini mengakomodasi dua tipe transmisi, transmisi datagram dan transmisi datastream. Contohnya telepon.
3)      Sirkuit Switching, merupakan metode switching dengan keberadaan sirkuit secara fisik yang terdedikasi. Metode ini digunakan olehteknologi Integrated Servise Digital Network atau ISDN.
4)      Paket Switching, merupakan metode switching pada peralatan jaringan yang melakukan share link point to point untuk transportasi paket dari sumber data ke tujuan melintasi jaringan. Contoh metode ini adalah Asycnchronous Trasfer Mode (ATM), Frame Relay, Switched Multimegabit Data Service (SMDS), dan X.25.

b)       Teknologi Selular WWAN
   Secara umun, sistem selular terdiri dari tower sel, konsentrator, switches voices dan data gateway. Sistem selular menggunakan sistem penggambaran heksagonal untuk menggambarkan cakupan area secara geografis. Area inilah yang disebut dengan Cell. Setiap sel mempunyai ukuran diameter kurang lebih 26-32 Km2  dengan radius jangkauan 1 hingga 50 Km, dan setiap sel tersebut akan membentuk  grid-grid  heksagonal seperti sarang lebah yang mempunyai ukuran sel yang lebih kecil yaitu 6 Km.
   Setiap cell site sebuah base station mempunyai data pancar 800-1900 MHz dengan dilengkapi antena untuk mengatur cakupan wilayahnya. Frekuensi untuk setiap base station harus dengan hati-hati untuk mengurangi interferensi dengan sel tetangga. Layanan pancaran akan sangat tergantung dari keadaan topografi, kepadatan populasi dan kepadatan lalu lintas data. Berikut adalah perkembangan generasi layanan selular.1)      Selular Generasi Pertama (1G)
   Komunikasi mobile phone wireless pertama kali dikembangkan dengan menggunakan sinyal analaog. Sinyal suara akan dikirimkan dengan menggunakan gelombang frekuensi modulasi (FM). Sistem selular generasi pertama ini digunakan hanya untuk voice dan tidak mencakupi untuk memenuhi layanan transfer data komputer. Sistem 1G ini mempunyai kapasitas yang terbatas untuk melakukan mekanisme autentifikasi dan enkripsi.
   Teknologi selular generasi pertama ini dipelopori oleh AMPS (Advanced Mobile Phone Service) yang dikenalkan pada tahun 1978. Jaringan ini menggunakan sirkuit terintegrasi yang sangat besar dan terdiri dari komputer dedicated serta sistem switch dan mobile telepon khusus beserta antenanya yang menjamin sistem selular tersebut bekerja dengan baik.2)      Selular Generasi Kedua (2G)
   Perkembangan teknologi wireless selular yang sangat ambisius  memicu munculnya selular dengan sistem digital, tidak lama setelah perkembangan 1G. Sistem ini mempunyai modulasi yang sangat efisienkarena menggunakan sinyal digital untuk channel voice.
   Sistem selular digital mengandalkan Frecuency Shift Keying (FSK) untuk mengiram data keluar masuk melalui AMPS.FK menggunakan dua buah frekuensi, satu untuk digit 1 dan yang lain untuk 0. Tukar menukar menjadi secara cepat antara pengiriman informasi digital pada tower selular dengan telepon. Modulasi dengan skema encode yang baik sangat dibutuhkan untuk mengonversi dari informasi analog ke digital, kemudian melakukan kompresi serta menerjemahkan kembali data tersebut.
   Pengembangan versi sistem 2G (sering disebut 2,5 G) memasukkan sistem modulasi yang lebih baik dengan meningkatkan data rate dan efisiensi spectrum. Perkembangan teknologi pemaketan data berkembang pesat dengan munculnya GRPS (General Packet Radio Service) yang memungkinkan data rate yang cepat melalui sistem GSM. Data rate maksimum yang melalui GPRS adalah 172,2 Kbps dan hanya digunakan pada peralatan yang telah didesain untuk mendukung GRPS.  Perkembangan selanjutnya dari GPRS adalah EDGE (Enhanced Data Rate for Global Evolution) yang menghasilkan data rate hingga 474 Kbps.  GSM pada awalnya adalah singkatan dari Grupe Speciale Mobile, setelah menjadi standar internasional akhirnya disebut Global System for Mobile Communications. Pengembangan GSM dimulai pada tahun 1982 dengan 26 perusahaan nasional telepon Eropa. Pada tahun tersebut, Conference of European Postal and Telecommunications Administrations (CEPT) mencoba menyeragamkan sistem selular Eropa ke dalam frekuensi 900 MHz.

Ponsel Generasi Kedua


       3)      Selular Generasi Ketiga (3G)

 Perkembangan teknologi komunikasi mobile berkembang dengan pesatnya. Setelah 2G, generasi selular berikutnya yaitu 3G. Teknologi ini telah merambah ke layanan  internet secara wireless. Teknologi ini juga dapat mengakses secara permanen ke web, video interaktif, dengan kualitas suara yang sangat baik seperti kualitas CD audio plater hingga ke teknologi kamera video yang diintegrasikan dalam telepon selular atau gadget kita.
Pembatasan terminologi 3G tidak begitu jelas, namun definisi 3G mampunyai standar yang berlainan dengan teknologi-teknologi pendahulunya, seperti GPRS dan IS-95b yang belum optimal. Sistem 3G telah menyediakan kecepatan tinggi seperti pada saluran ISDN (Integrated Service Digital Network) untuk semua pengguna tanpa terkecuali
Negara-negara Eropa telah mendefinisikan sebagai sebuah teknologi tipe CDMA yang dapat berkerja sama dengan sistem GSM, aka tetapi tidak kompatibel dengan sistem yang digunakan di Negara Jepang. Sementara itu, di tempat cdmaOne telah mendukung beberapa tipe yang secara kolektif disebut cdma2000 yang bukan merupakan standar Eropa Di Amerika, operator D-AMPS dan GSM menggunakan TDMA, sehingga dapat terjadi global roaming dan hanya dapat dilakukan pada telepon yang mempunyai multimode yang khusus. Tren layanan yang ditawarkan pada sistem 3G ke depan adalah mengombinasikan layanan internet, telepon, dan media broadcast ke dalam sebuah alat. Oleh karena itu, layanan 3G telah mengembangkan enam kelas mulai dari layanan telepon sederhana hingga jaringan computer, yaitu :
a)      Voice, adalah layanan standar dengan kualitas yang lebih baik dari jaringan telepon biasa.
b)      Messaging, tidak seperti pada sistem 2G, di mana layanan pesan hanya berupa teks, akan tetapi pada sistem 3G telah menyertakan attachment email.
c)      Swithced Data,  layanan ini meliputi fax dan akses dial-up ke jaringan intranet maupun internet
d)      Medium Multimedi, , layanan ini popular di teknologi 3G dengan kecepatan downstream yang sangat ideal untuk web surfing.
e)      High Multimedia, layanan ini digunakan untuk akses Internet high-speed dengan kualitas multimedia yang sangat baik.
f)        Interactive High Multimedia, layanan ini menghasilkan kualitas multimedia yang sangat baik, sehingga mampu melakukan video conference atau video call dan telepresence.

Ponsel Generasi Ketiga

                                                              
  4)   HSDPA 

 Merupakan teknologi yang disempurnakan dari teknologi sebelumnya yang juga dapat disebut 3.5G, 3G+ atau Turbo 3G yang memungkinkan jaringan berbasis Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) memiliki kecepatan dan kapasitas transfer data yang lebih tinggu. Penggunaan HSDPA saat ini menyokong kecepatan penelusuran dari 1.8, 7.2 hingga 14 Mbps. Oleh karena itu jaringan HSDPA ini sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai modem internet pada komputer ataupun notebook. Pada dasarnya layanan HSDPA tidak beda jauh dengan layanan yang diberikan oleh generasi sebelumnya yaitu : GPRS, CDMA, EDGE dan 3G. Teknologi tersebut memiliki kesamaan bahwa sama-sama menggunakan layanan lewat jalur IP (internet protokol). HSDPA diperkenalkan oleh Third Generation Partnership Project (3GPP) release standar. Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar throughput melalui konsep multiple input multiple output (MIMO) atau dengan teknik antenna array. Proses kerja cell menggunakan alokasi asymetrics spectrum frekuensi dalam multi carries cell. Efisiensi dari sistem menjadi dua kali lipat, yang artinya juga meningkatkan persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan.Jaringan HSDPA secara fisik memiliki 3 kanal, yakni High Speed Data Physich Downlink Shared Channel (HS-PDSC), High Speed Shared Control Channel (HS-SCCH) dan High Speed Dedicated Physical Control Channel (HS-DPCCH). HS-PDSCH mengadopsi adaptive modulation QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) atau algoritma fase modulasi yang sudah ada, dan 16 QAM (Quadrative Amplitude Modulation) yakni empat aplitude dan empat fase yang memungkinkan pengunaan data rate tinggi di bawah kondisi jaringan radio yang bermacam-macam.
Pons

a)      Teknologi WWAN

Teknologi  wireless LAN mempunyai fokus pada modulasi suara dan data. Modulasi akan mengkonversi sinyal digital, sehingga dapat mempresentasikan informasi di komputer melalui sinyal digital melaui radio frequency (RF) atau sinyal cahaya. Wireless WAN secara eksklusif menggunakan sinyal RF yang didesain untuk mengakomodasi beberapa pengguna sekaligus. Setiap user akan mempunyai channel terdedikasi.   Hal inilah yang membedakan dengan wireless LAN, dimana setiap user akan melakukan share pada satu channel.  Beberapa teknik modulasi pada teknologi wireless WAN
 adalah :

1)      Frequency Division Multiple Access (FDMA)

 FDMA adalah awal bagaimana ponsel analog bekerja. FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan pada sebuah kanal berbentuk pita frekuensi (frequency band) komunikasi. Jika satu pita frekuensi dianggap sebagai satu jalan, maka FDMA merupakan teknik.”satu pelanggan, satu jalan”. Pada saat pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka pelanggan lain tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka pelanggan lain tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A selesai. Jadi, kalau dalam waktu yang bersamaan ada 100 pelanggan yang ingin berkomunikasi  dengan rekannya, maka sudah tentu diperlukan 100 pita frekuensi. Kalau setiap pita memerlukan lebar 30 kilo Hertz (kHz) dan frekuensi yang digunakan berawal dari 890 Mega Hertz (MHz), maka :
a)      Pita frekuensi kanal 1 mualai dari 890 MHz hingga 890,030 MHz.
b)      Pita frekuensi kanal 2 mulai dari 890,030 MHz hingga 890,060 MHz.
c)      Pita frekuensi kanal 3 mualai dari 890,060 MHz hingga 890,090 MHz dan seterusnya.
Sedangkan lebar total seluruh pita yang digunakan adalah : 100  x 30.000 Hz = 3.000.000 Hz = 3MHz.Artinya, jika frekuensi yang digunakan mempunyai batas bawah 890 MHz, maka batas atasnya adalah 893 MHz. Akan tetapi, frekuensi yang tersedia untuk komunikasi bergerak dibatasi oleh peraturan yang ada karena frekuensi-frekuensi lain pasti digunakan untuk jatah keperluan yang lain pula. Sementara jatah frekuensi yang ada pun harus dibagi antar peyelenggara telepon seluler. Karena itu, untuk memperbanyak kapasitas dengan jumlah kanal yang terbatas digunakan trik-trik tertentu sesuai dengan strategi si penyedia layanan.


 

   
2)      Time Division Multiple Access (TDMA)

    TDMA diperkenalkan oleh Asosiasi Industri Telekomunikasi (Telecommunications Industry Association, TIA) adalah teknologi transmisi digital yang mengalokasikan slot waktu yang unik untuk setiap pengguna pada masing-masing saluran, dan menjadi salah satu cara yang digunakan oleh jaringan digital telepon  seluler untuk menghubungkan panggilan telepon. Pada TDMA, setiap pengguna menggunakan pita frekuensi yang sama, tetapi domain waktu dibagi menjadi beberapa slot untuk setiap pengguna. Pengguna 1 dapat mengirimkan data pada slot waktu untuk pengguna 1, pengguna 2 dapat mengirimkan berupa data pada slot waktu untuk pengguna 2, dan seterusnya. Keuntungannya adalah tidak terbagi dengan sistem TDMA dimana semua pemancar dan penerima harus memiliki akses pada waktu yang sama.



3)      Code Division multiple Access (CDMA)        

    CDMA merupakan akses yang menggunakan prinsip komunikasi spektrum tersebar. Metode ini dapat dianologikan dengan cara berkomunikasi dalam satu ruangan yang besar. Dalam CDMA setiap pengguna menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu bersamaan tetapi menggunakan sandi unik yang saling ortogonal.