SMKN 1 SAWAHLUNTO

SISWA TKJ 21

revalia dwinta revian

"Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan." - Shakuntala Devi

Selasa, 23 Mei 2023

BAB XI Mengevaluasi Mail Server


 A. Mengenal Mail Server



1. Pengertian Mail Server

     Mail server atau email server adalah perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email. Mail server juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa FTP. 
Mail server ini dikelola oleh seorang post master yang memiliki beberapa tugas pokok yaitu:
a. mengelola account,
b.memonitor kinerja server, dan
c. tugas administratif lainnya.

2. Protokol pada Mail Server
 
a. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) 
     Digunakan sebagai standar untuk menampung dan mendistribusikan email.

b. POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol)        Digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu tidak perlu login ke dalam sistem shell mesin mail server tetapi cukup menguhubungi port tertentu dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.

3. Server pada Mail Server dan Penjelasan

a. Outgoing server (sending email)
     Protocol server yang menangani adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25.

b. Incoming server (receiving email)
     Protocol server yang menangani adalah POP3 (Post Office Protocol) pada port 110 atau IMAP (Internet Message Access Protocol) pada port 143.

Penjelasan dari server yang menangani outgoing email dan incoming email sebagai berikut :
a. SMTP Server
     Saat mengirimkan email maka email akan ditangani SMTP Server dan akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui beberapa SMTP server dijalurnya. Apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan dimasukan ke dalam queue dan di resend setiap 15 menit, apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.

b. POP3 Server
    Jika menggunakan POP3 server, apabila kita akan membaca email maka email pada server di-download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang men-download email tersebut (kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang men-download email tersebut).

C. IMAP Server
    Jika menggunakan IMAP server, email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda. Port adalah socket atau jack koneksi yang terletak di luar unit sistem sebagai tempat kabel-kabel yang berbeda ditancapkan. Port berfungsi untuk mentransmisikan data. Berikut macam-macam port :
a. Port Serial
b. Port Pararel -
c. Port SCSI (Scuzzy)
d. Port USB

B. Prinsip dan Cara Kerja Mail Server

1. Cara Kerja Mail Server #Versi 1

    Proses pengiriman mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat mail di kirim, maka mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca mail berarti user telah mengakses server mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang ditampilkan melalui browser user.

2. Cara Kerja Mail Server #Versi 2

a. Mail User Agent (MUA)
     MUA adalah komponen yang berinteraksi dengan pengguna akhir secara langsung. Contoh dari MUA yaitu Thunderbird, MS Outlook, Zimbra Desktop. Interface webmail seperti Gmail dan Yahoo juga MUA.

b. Mail Transfer Agent (MTA)
     MTA bertanggung jawab untuk mentransfer email dari mail server sampai ke server penerima email. Contoh MTA yaitu sendmail dan Postfix.

c.Mail Delivery Agent (MDA)
    Dalam surat server tujuan, MTA lokal menerima email masuk dari MTA terpencil.Email tersebut kemudian dikirimkan ke kotak surat pengguna dengan MDA.

d. POP/IMAP
     POP dan IMAP adalah protokol yang digunakan untuk mengambil email dari kotak surat penerima server untuk penerima MUA.

e. Mail Exchanger Record (MX)
     Record MX adalah entri DNS untuk mail server. Catatan ini menunjuk ke alamat IP ke arah mana email harus ditembak. MX record terendah selalu menang, yaitu, mendapat prioritas tertinggi. Sebagai contoh, MX 10 adalah lebih baik daripada MX 20. Alamat IP dari MX record dapat bervariasi berdasarkan desain dan konfigurasi persyaratan.


    Ketika pengirim mengklik tombol kirim, SMTP (MTA) memastikan ujung ke ujung pengiriman email dari pengirim-sisi server ke server tujuan. Setelah mencapai server tujuan, MTA lokal ke server tujuan menerima email, dan di pindahkan ke MDA setempat. MDA kemudian menulis email ke kotak pesan penerima. Ketika penerima memeriksa email, mereka diambil oleh MUA dengan menggunakan protokol seperti POP atau IMAP.

C. Konfigurasi Mail Server Menggunakan Postfix dan Squirrelmail

    Postfix adalah mail transfer agent bebas dan terbuka. Postfix merupakan mail transfer agent default untuk sejumlah sistem operasi bertipe Unix. Salah satu ketangguhan Postfix adalah kemampuannya menahan "buffer overflow". Ketangguhan lainnya adalah kesanggupan Postfix memproses surat elektronik dalam jumlah banyak.
    Postfix dibuat dengan sistem jaringan daemon di mana setiap daemon hanya mengerjakan satu tugas dengan menggunakan akses minimum ke sistem. Dengan begitu, jika ada satu daemon yang bermasalah maka hanya akan memengaruhi daemon tersebut dan tidak akan berimbas ke seluruh sistem Postfix. Sewaktu Postfix dijalankan, hanya ada satu proses yang menggunakan akses "root".

Konfigurasi mail server :

1.  Instal terlebih dahulu pakage-pakege postfix (mail server), courier-imap (smtp), courier-pop (pop3) dengan perintah :
  •   root@server:~#apt-get install postfix
  •   root@server:~#apt-get install courier-imap
  •   root@server:~#apt-get install courier-pop

2. Tukar pada CD iso Debian 3 dan saat instalasi  masukkan cd ISO Debian 1 dan tekan enter, kemudian CD ISO debian 2 dan enter dan kemudian terahir CD ISO Debian 3.
Jangan lupa mount disc dengan perintah :

                                   root@server:~#apt- cdrom add.

3Jika muncul tampilan berikut pilih internet site


4. 
Seteleh itu ada tampilan berikutnya isi pada bagian System mail name dengan nama mail.sekolah.sch.id

5. Kemudian pada tampilan berikut pilih yes. Tunggu hingga proses instalasi selesai.


6. Ketikkan perintah  
root@server:~#nano /etc/postfix/main.cf dan tambahkan script berikut di paling bawah .
   


7. Buat directory “Maildir/” di directory /etc/skel dengan perintah

root@server:~#maidirmake /etc/skel/Maildir

8. kemudian lakukan rekonfigurasi postfix dengan perintah :

                                    root@server:~#dpkg-reconfigure postfix

    a. Pilih OK
         

b. Kemudian pilih internet site. Pada tampilan selanjutnya bagian System mail name isi dengan mail.sekolah.sch.id kemudian OK dan pada gambar dibawah ini biarkan kosong.     
                        

c. Pada gambar berikut, tambahkan opsi sekolah.sch.id dan OK


d. Setelah itu pilih NO dan tekan enter pada bagian Force syncchronous.


e. 
Kemudian pada Local Network tambahkan IP network local 192.168 10.0/29


f. Kemudian pilih NO



g.  Pada bagian Mailbox size limit isikan batas limit quota masing-mamsing user,.. 0 untuk unlimited kemudian OK.


h. Pada bagian ini biarkan saja default (kosong)

                           

i. Pada bagian ini pilih ipv 4 dan OK 


j. Tambahkan user baru dan isi semua data dengan perintah :

root@server:~#adduser reva

k. Kemudian lakukan restart layanan mail server dengan perintah :

                                 root@server:~#/etc/init.d/postfix restart 
                                 root@server:~#/etc/init.d/courier-imap restart
                                 root@server:~#/etc/init.d/courier-pop restart
                             
Cara Pengujian mail server pada PC server
1. Ketikkan perintah : root@server:~# telnet mail.sekolah.sch.id 2



2. Melihat user yang sudah dibuat, ketik perintah : root@server:~# ls /home/

3. Perintah untuk tes kirim email root@server:~# telnet sekolah.sch.id 25


4.  Kemudian periksa email masuk pada user dengan perintah :










Senin, 08 Mei 2023

BAB IX Mengevaluasi Permasalahan Jaringan Fiber Optik

Mengevaluasi Permasalahan Jaringan Fiber Optik


    

A. Gangguan dan Troubleshooting Fiber Optick

      Pada saat melakukan Instalasi terjadi beberapa masalah, yaitu pada saat pengecekan koneksi ternyata koneksi belum sepenuhnya berjalan dengan lancar, dan lass yang dihasilkan sangat besar atau tidak memenuhi standar loss yang direkomendasikan yaitu RX sensitivity-nya antara-22 s/d-24 db, pada saat dilakukan penghitungan ternyata loss yang dihasikan adalah -38 dB, setelah tim men-troubleshooting masalah ini mulai dari konstruksi kabel apakah ada bending atau kabel yang patah, penggunaan attenuator yang tepat, setelah beberapa tindakan tersebut dilakukan ternyata loss yang dihasilkan masih saja besar. Tim instalasi sempat mengganti atau men-splice ulang patch cord karena diasumsikan s splicing-nya kurang maksimal, ternyata tindakan tersebut juga tidak merubah hasil penghitungan loss yang direkomendasikan.

    Setelah tim melakukan pengecekan ulang di OTB ternyata sumber masalah ditemukan yaitu kebut FC yang masuk salah satu port di OTB tidak tertancap sebagaimana mestinya, inner dari konektor tersebut tidak masuk secara tepat. Hal inilah yang ternyata menyebabkan loss yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang direkomendasikan.

   Dari problem diatas dapat diambil kesimpulan diantaranya:
1. Pastikan kabel fiber yang digunakan bersih dan tidak patah atau rusak. 
2. Pada saat splicing pastikan foss yang dihasilkan seminimal mungkin.
3. Pada saat memasukan konektor ke salah satu port di OTB pastikan inner-nya masuk.
4.Pada saat pengukuran dengan power meter pastikan gelombang yang digunakan sama.

   Bila terjadi beberapa masalah, maka cek beberapa keterangan konfigurasi :
1. Failure of ONU to range.
    a. Fiber yang kotor.
    b. Sinyal degradasi.
        1) Kabel fiber terlalu panjang.
        2) Kabel fiber rusak.
        3) Bad connections/fiber plant components.
        4) Laser/receiver tidak berfungsi.
    c. ONU ID# conflict 

2. Loss permanent pada frame di TDM.
    a. Konfigurasi kabel yang salah.
    b. Ports/Channels/Board tidak aktif.

3. Tidak bisa telnet ke SCC management port (pada OLT). 
     Konfigurasi yang salah pada SCC IP parameternya.

4. No IP traffic.
    a. VLAN membership yang salah.
    b. Ports tidak di enabled.

B. Mengatasi Gangguan Jaringan Akses Fiber Optic
 
1. Gangguan pada jalur kabel fiber optic

a. Serat Optik Putus 
    Hal-hal yang dapat menyebabkan serat optik putus :     
1) Pengaruh mekanis
a) Pohon roboh/tumbang menimpa jalur kabel udara.
b) Jalur kabel udara terkena benang layang-layang
c) Tiang roboh
d) Force majeur
2) Pengaruh instalasi
     Penarikan kabel optik dilakukan dengan gaya tarik.

b. Crack (Patahan/Retak)
     Crack atau retakan pada serat optik dapat menyebabkan loss refleksi. 
Hal-hal yang dapat menyebabkan serat optik retak : 
1) Crush
2) Bending radius
3) Impact
4) Torsion
5) Vibrasi 

c. Perembesan Air
     Proses penanganan gangguan pada jalur kabel serat optik :
1) Penerimaan tanda gangguan
     Dengan adanya laporan gangguna dari sentral transmisi yang menyatakan sistem jatuh maka melalui CTF dapat ditentukan jalur/kabel serat optik yang terganggu.
2) Estimasi lokasi gangguan




2. Cara Mengatasi Gangguan

a. Patroli jaringan
1) Dilaksanakan dengan menyusuri seluruh rute kabel mulai dari FJB pada satu STO ke STO lain.
2) Hal-hal yang dapat diamati dalam patroli jaringan antara lain:
a) Tiang
b) Temberang
c) Aksesoris
d) Rute dan kabel

b. Pemeliharaan rutin dan potong-potong. 

c. Pengukuran spare kabel.

d. Perbaikan spare core (storing core). 

3. Beberapa hal yang mempengaruhi performa fiber optic

a) Loss

     Diakibatkan oleh panjang span fiber dan banyaknya splicing di sepanjang span fiber tersebut. Besarnya loss dari suatu span fiber bisa diukur dengan menggunakan OTDR. 

b) Dispersi
    
1) Chromatic dispersion (CD) 
    Dispersi ini diakibatkan oleh variasi fiber index (karakteristik fiber) dengan panjang gelombang. Chromatic dispersion bisa diukur dengan menggunakan chromatic dispersion meter. Salah satu penyebab penurunan kualitas sinyal pada jaringan fiber optic adalah chromatic dispersion yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh suhu kabel fiber optic. Chromatic dispersion bisa diatasi dengan membuat chromatic dispensation dengan membuat semacam spoel atau gulungan fiber optic untuk mengkompensasi cacatnya sinyal yang ditransmisikan.

2) Polarization Mode Dispersion (PMD)
     PMD diakibatkan oleh berubahnya bentuk fiber optic yang diakibatkan suhu,kelembapan atau adanya tarikan fiber yang bengkok.Dalam fiber optic ketidak sempurnaan fabrikasi membuat sinyal menjadi asimetris dan dapat menyebabkan mode memiliki kecepatan propagasi berbeda. Perbedaan kecepatan Ini disebut Differential Group Delay (DGD) dan PMD adalah koefisien statistic normalisasi panjang rata-rata nilai DGD. PMD dapat diminimalisir dengan pemilihan kabel dan instalasi yang baik. Lain dengan CD yang bisa diatasi dengan membuat chromatic dispensator, PMD tidak dapat diatasi.

c. Rusaknya Sealed dan Jacket Fiber
     fiber Sealed dan Jacket Fiber akan semakin jelek, misalnya mengeras kemudian pecah  

C. Pemeliharaan , Perawatan , dan Perbaikan Jaringan Berbasis Fiber Optik  

1. Pemeliharaan Rutin

a. Pemeliharaan perangkat SKSO/OLTE.

1) Pemeliharaan Harian Check-list Perangkat OLTE.

2) Pemeliharaan Mingguan.
     Agar peralatan pada perangkat siap pakai sewaktu-waktu, maka perlu dilakukan pemilharaan setiap minggu satu kali yang meliputi pengecekan,pengetesan, dan pembersihan fisik antara lain sebagai berikut:
a) Alat sambung kabel serat optik (splicer). 
b) Alat ukur kabel serat optik (OTDR).
c) Generator Set. 
d) Mobil SKSO.
e) Alat komunikasi (Talk Set).
f) Power Meter.
g) Sarana penunjang lainnya. 

3) Pemeliharaan Bulanan:

 a) Pengecekan Manhole/Handhole
      Untuk menghindari gangguan pada titik sambung (joint closure) akibat masuknya  air/lumpur dan menghilangnya tanda-tanda yang terdapat pada kabel pada Manhole/            Handhole perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut: 
(1) Bersihkan/kuras Manhole/Handhole yang terdapat pada titik sambung kabel optik secara rutin sesuai jadwal pemeliharaan.          
(2) Cek kondisi stopper yang menutupi lubang-lubang polongan, bila terjadi  penyimpangan segera diadakan perbaikan untuk mencapai kondisi seharusnya.             
(3) Cek kondisi kabel dan penyangga kabel beserta aksesorisnya, bila ada yang kurang/ terlepas segera diperbaiki/diganti.               
(4) Mengganti tanda pada kabel jika tanda pada kabel yang sebelumnya hilang,untuk memper- mudah mengetahui jenis kabel yang ada pada Manhole/Handhole tersebut.
(5) Cek kondisi tutup Manhole/Handhole bila ada yang rusak atau catnya kusam segera di cat ulang.                 
(6) Sehabis bekerja pada Manhole/Handhole jangan lupa menutup kembali tutup Manhole       /Handhole dengan rapat dan sempurna.
(7) Memberi tanda berupa patok pada Manhole/Handhole yang berada pada posisi  rawan, persawahan dan perbukitan. 

b) Patroli Kabel Serat Optik Tanah (Burled Cable)
     Pelaksanaan patroli dengan menelusuri rute kabel sejauh 6 km/hari, agar situasi dan kondisi kabel optik dapat diketahui perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
(1) Cek pipa besi galvanis jembatan kabel pada penyeberangan sungai.
(2) Cek tiang beserta aksesorisnya, pondasi dan kawat duri sebagai pengaman, bila terjadi kerusakan segera dilaksanakan perbaikan.
(3) Cek rute dan tanda rute (rambu-rambu) untuk mengetahui kondisi lingkungan disekitar rute kabel, apabila terdapat hal-hal yang membahayakan kabel serat optik, misalnya longsor, rumput tinggi dan pepohonan, kegiatan penduduk karena adanya pemukiman baru, serta proyek PU/PERUMKA maka segera diambil langkah-langkah pengamanan maupun perbaikan.
(4) Cek lokasi Manhole  tempat sambungan, untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar, bila terjadi hal-hal yang membahayakan segera dilaksanakan langkah pengamanan.
(5) Mengganti tanda rute kabel yang berupa patok apabila patok yang lama hilang/rusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

c) Patroli Kabel Serat Optik Udara (Aireal Cable)
(1) Cek pepohonan dan rerumputan sekitar rute yang dilewati kabel serat optik, bila
membahayakan perlu dilakukan perambahan dan pemotongan.
(2) Cek kondisi joint closure yang berada di tiang atau di Handhole, bila membahayakan
 perlu dilakukan pengamanan.
(3) Patroli dilaksanakan dengan jalan kaki menelusuri rute kabel sejauh 7 km/hari, agar situasi kabel dapat diketahui sedini mungkin.

d) Pengukuran tegangan input maupun output perngkat OLTE

4) Pemeliharaan 6-Bulanan: 
     Pengukuran core yang kosong dilakukan dua kali dalam setahun yang meliputi :
a) Mendeteksi peningkatan loss kabel (dB/km). 
b) Mendeteksi peningkatan loss pada titk sambung.
c) Mendeteksi kerusakan fisik serat optik (lokalisir gangguan).
d) Pengukuran Optical Output Power OLTE.

5) Pemeliharaan Tahunan
a) Pengukuran BER (Bit Error Rate) tingkat E-1 atau STM-1 yang idle 
b) Alarm test.
c) Pengukuran Sensitivitas dan Margin Receiver

b. Pemeliharaan Jaringan Kabel Optik. 
Pemeliharaan jaringan kabel optik terdiri dari

a.Pemeliharaan 2-Mingguan:
1) Patroli Jarkab optik kabel udara.
2) Patroli Jarkab optik kabel tanah.
3) Patroli Jarkab optik kabel duct.

b. Pemeliharaan 6-Bulanan:
    Pengukuran Core Optik yang Ide meliputi: 
-   Kontinuitas fiber optic (OTDR).
-   Redaman total antarterminal (Laser Source dan Power meter).

2. Pemeliharaan Dadakan 

a.Pemeliharaan Dadakan Perangkat SKSO/OLTE.
   Pada kondisi operasi normal (tidak terjadi ganguan sistem): Pada waktu terjadi gangguan pada sistem maupun perangkat, untuk mengatasi hal ini maka modul yang mengalami alarm segera diganti. 

b.Pemeliharaan Dadakan Jaringan Kabel Optik
   Pemeliharaan dadakan pada kabel serat optik terjadi apabila kabel serat optik yang digunakan sebagai media transmisi terputus. Putusnya kabel serat optik ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu terkena senapan angin, gesekan benang layang-layang, proyek pemerintah, dan kegiatan
masyarakat.




Senin, 06 Maret 2023

BAB VIII Mengevaluasi Perangkat Pasif Jaringan Fiber Optik

 Mengevaluasi Perangkat 

Pasif Jaringan Fiber Optic




    Passive Optical Network (PON) merupakan sebuah teknologi tembaga yang digunakan baik pada narrow-band dan broadband. Teknologi ini dikatakan pasif karena memiliki elemen pembagi vang tidak memanipulasi sinyal optik. Salah satu jenis dari PON adalah GPON (Gigabit Ethernet PON). 

A. Pasif Optical Network ( PON )

    Passive Optical Network (PON) adalah jaringan point-to-multipoint berbasis serat optik yang memiliki elemen pembagi optik (optical splitter) yang berfungsi sebagai penyalur data untuk beberapa tujuan.Elemen pembagi tersebut bersifat pasif artinya tidak melakukan manipulasi sinyal seperti penguatan sinyal optik. 





    Sinyal optik downstream dan upstream merupakan dua buah sinyal yang berbeda panjang gelombangnya dan dilewatkan pada jalur yang sama.  Sinyal downstream adalah berupa paket-paket yang dikirimkan dengan cara broadcast lewat sebuah serat,kemudian optical splitter akan mengirimkan paket-paket tersebut ke semua end-point. Jadi setiap ujung (terminal) akan menerima paket data yang sama untuk dibagikan hanya data tertentu yang akan diproses.PON biasa digunakan untuk jaringan metro atau untuk mobile backhaul, yaitu koneksi antara core network satu dengan core network lainnya.

B. Gigabit Passive Optical Network ( GPON )


1. Pengenalan GPON

    GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 .GPON mempunyai dominansi pasar yang lebih tinggi dan roll out lebih cepat dibanding penetrasi GEPON. Standar G.984 mendukung bit rate yang lebih tinggi, perbaikan keamanan, dan pilihan protokol layer 2 (ATM, GEM, atau Ethernet). 
Yang menjadi ciri khas dari teknologi ini adalah teknik distribusi trafik dilakukan secara pasif.Dari sentral hingga ke arah subscriber akan didistribusikan menggunakan splitterr pasif.
GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast ke arah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GPON jadi memiliki efisiensi bandwidth yang lebih baik dari BPON.

2. Prinsip Kerja GPON

     Prinsip kerja dari GPON, ketika data atau sinyal dikirimkan dari OLT, maka ada bagian yang bernama splitter yang berfungsi untuk memungkinkan serat optik tunggal dapat mengirim ke berbagai ONU, untuk ONU sendiri akan memberikan data-data dan sinyal yang diinginkan pelanggan.
    Pada prinsipnya, PON adalah sistem point to multipoint, yang menggunakan splitter sebagai pembagi jaringannya. Arsitektur sistem GPON berdasarkan pada TDM (Time Division Multiplexing) sehingga mendukung layanan T1, E1 dan DS3.

3. Komponen GPON

a. Network Management System (NMS)


     NMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat GPON seperti POTS, VolP, dan IPTV. Letak NMS ini bersamaan di dekat OLT namun berbeda ruangan. Konfigurasi yang dapat dilakukan oleh NMS adalah OLT dan ONT. NMS dapat memonitoring ONT dari jarak jauh.

b. Optical Line Terminal (OLT) 


    OLT menyediakan interface antara sistem PON dengan penyedia layanan (service provider) data, video, dan jaringan telepon. Bagian ini akan membuat link ke sistem operasi penyedia layanan melalui Network Management System  ( NMS ).

C. Optical Distibution Cabinet (ODC)


     ODC adalah jaringan optik antara perangkat OLT sampai perangkat ODC.  Letak dari ODC ini adalah terletak di rumah kabel.ODC menyediakan sarana / peralatan transmisi optik dari OLT  dan ONT terhadap pengguna dan sebaliknya.

Perangkat interior pada ODC terdiri dari :
1) Konektor


    Konektor optik merupakan penghubung serat. Dalam operasinya konektor mengelilingi serat kecil sehingga cahayanya terbawa secara bersama-sama tepat pada inti dan segaris dengan sumber cahaya (serat lain). 

2) Splitter



    Splitter merupakan komponen pasif yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab tidak memerlukan sumber energi eksternal dan optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga cara kerjanya membagi daya optik sama rata.
    Passive splitter atau splitter merupakan optical fiber coupler sederhana yang membagi sinyal optik menjadi beberapa path (multiple path) atau sinyal-sinyal kombinasi dalam satu jalur. Splitter juga dapat berfungsi untuk merutekan dan mengombinasikan berbagai sinyal optik. Alat ini sedikit nya  terdiri dari 2 port dan bisa lebih hingga mencapai 32 port.

Redaman Passive Splitter


d. Optical Distribution Pack (ODP)

     Instalasi atau terminasi yang bagus dari serat adalah persyaratan utama untuk menjamin kemampuan transmisi pada kabel serat optik.
Syarat utama ODP adalah :
1) ODP dapat diubah tanpa mengganggu kabel yang sudah terpasang dengan cara melebihkan kabel serat optik beberapa meter.
2) Setiap ODP harus punya ruangan untuk memuat splitter.
3) ODP harus memiliki akses dari sisi depan. 
4) Setiap ODP harus memiliki penutup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser yang langsung keluar dari ujung serat.
5) ODP harus mempunyai ruang untuk memuat dan memandu kabel serat optik.

e. Optical Network Termination (ONT)



     ONU menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur FTTH, ONU diletakkan di sisi pelanggan. Perangkat ONU yang digunakan PT. Telkom salah satunya adalah ZXA10 FN62X yang merupakan pabrikan merek ZTE.


4. Keunggulan dan Kekurangan GPON



Keunggulan GPON :
a. Mendukung aplikasi triple play (suara, data, dan video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu core fiber optic.
b. Dapat membagi bandwidth sampai 32 ONT.
c. GPON mengurangi penggunaan banyak kabel dan peralatan pada kantor pusat bila dibandingkan dengan arsitektur point to point. 
d. Alokasi bandwidth dapat diatur.
e. Biaya maintenance yang murah karena menggunakan komponen pasif.
f. Transparan terhadap laju bit dan format data. 
g. Biaya pemasangan, pemeliharaan dan pengembangan lebih efisien. 

Kekurangan  GPON :
a. Model layering yang kompleks.
b. Lebih mahal dibandingkan GEPON.
c. Transceiver pada laju 2.4 Gbps saat ini mahal.
d. Bandwidth upstream terbatas pada hingga 622 Mbps saat ini.

5. Spesifikasi Layanan GPON


C. Gigabyte Internet Passive Optical Network


1. Pengenalan GEPON


     GEPON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) merupakan teknik akses optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint. GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984.  GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast ke arah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GEPON mengenkapsulasi dan men-transport data pengguna dalam frame Ethernet, GEPON dikeluarkan sebagai jenis dari sistem high speed optical access. Hal tersebut dikarenakan sistem PON ini menggunakan teknologi Ethernet, yang biasanya disebut "EPON", tetapi karena pengaruh layanan yang diberikan maka lebih dikenal sebagai "gigabit".
    Jadi, GEPON merupakan perluasan alami dari LAN pada premis pengguna, dan menghubungkan LAN-LAN menuju infrastruktur MAN/WAN berbasis Ethernet. Karena tidak ada fragmentasi atau penyusunan data pada GEPON dan kebutuhannya pada lapis physical-media dependent lebih longgar, peralatan GEPON lebih murah dibanding GPON . 

2. Prinsip Kerja GEPON  



     Standar Ethernet didefinisikan untuk shared medium dan link point-to-point (P2P) fullduplex. Hal ini menyebabkan GEPON mempunyai ciri yang merupakan kombinasi dari dua sifat standar Ethernet tersebut. GEPON menggunakan struktur enkapsulasi paket Ethernet untuk komunikasi pada layer 2. Sehingga GEPON menjadi sangat efektif dalam  komunikasi access network. Data dikirimkan dengan panjang  variabel paket data maksimum sebesar 1.518 Bytes sesuai dengan Ethernet standar IEEE 802.3ah struktur Point to Multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan sampai 32 ONU. Semua ONU saling berbagi bandwidth 1 G melalui TDM (Time Division Multiplex). 
    Karena itu masing-masing ONU bisa menyediakan bandwidth max 1 Gbps untuk arah uplink atau downlink. Transceiver optik menggunakan sistem WDM (Wavelength Division Multiplexer) dengan panjang gelombang yang digunakan berbeda antara pengirim dan penerima. 
a.Upstream: 1260. 1360 nm (1310 ± 50).
b. Downstream: 1480. 1500 nm (1490 ± 10).
    GEPON tidak membutuhkan beberapa protokol yang rumit untuk mentransmisikan sinyal optik secara tepat sampai ke pelanggan, karena sinyal dari pelanggan bisa ditransmisikan ke OLT secara terpusat. 



    Pada arah downstream, GEPON bertindak sebagai shared medium, dengan frame-frame yang dikirim oleh OLT mencapai setiap ONU. Pada arah upstream, karena sifat direksional dari coupler pasif, frame-frame data hanya akan mencapai OLT, tidak menuju ONU lainnya. Artinya, pada arah upstream perilaku GEPON dapat dibandingkan dengan jaringan P2P. Tetapi, tidak seperti jaringan P2P sebenarnya, dalam GEPON frame-frame Sehingga pada arah upstream terdapat syarat untuk berbagi serat trunk dan mengatur time slot transmisi ONU untuk mencegah tabrakan.
    Untuk mengurus syarat koordinasi trafik yang unik pada sisi upstream GEPON menggunakan MPCP, yang merupakan protokol berbasis frame, berdasarkan pesan-pesan kontrol MAC 64-byte, yang mengoordinasikan trafik upstream. Hal ini menyebabkan mekanisme pengiriman data antara upstream dan downstream berbeda. 
Berikut prosedur masing-masing arah : 
a. Arah downstream


    Pada arah ini, frame-frame Ethernet yang dikirim oleh OLT melewati splitter pasif 1:N dan disebar secara broadcast menuju setiap ONU. Frame Ethernet diekstrak oleh ONU tujuan mereka berdasarkan alamat Medium Access Control (MAC). sehingga ini tidak berbeda dengan LAN Ethernet pada umumnya.

b. Arah upstream


  
    Pada arah ini, frame-frame Ethernet dikirim oleh masing-masing ONU dalam mode burst dengan pemotongan waktu seperti TDM. OLT menugaskan tiap ONU slot waktu transmisi tertentu. Slot waktu transmisi ini mencegah fragmentasi dan tabrakan sinyal. Slot waktu dilengkapi dengan ukuran tetap tetapi pemberiannya lebih fleksibel. Sebuh ONU menahan frame-frame yang diterima dari pelanggan sampai slot waktunya tiba.
   Ketika slot waktunya tiba, ONU mengirimkan semua frame yang disimpan pada kecepatan kanal penuh, yang harus sesuai dengan salah satu dari laju data standar Ethernet dalam cara burst. 

3. Komponen GEPON
a.Optical Line Terminal (OLT)



    OLT adalah elemen jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menyediakan antarmuka PON menuju core IP/Ethernet dan jaringan operasi. OLT dtempatkan pada CO (Central Office), dihubungkan ke ONU melalui PON dengan kabel fiber, splitter dan komponen pasif lain.
    OLT diatur oleh EMS. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal optik-ke elektrikan elektrik-ke-optik, control transmisi bidireksional, multpleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, perutean/switching paket, fungsi operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OAM), konvesi PON dan jaringan, dan fungsi antarmuka.

b. Optical network unit ( ONU )


     ONU merupakan elemen pada sisi pelanggan FTTH yang menyediakan antarmuka pelanggan menuju PON. Dalam perangkat ONU menyediakan pengubah opto-electrical (melewatkan informasi yang diubah dari framework serat optik menjadi framework logam listrik. ONU merupakan suatu titik pembatasan, dimana merupakan akhir dari aliran optik jaringan pembawanya dan merupakan awal dari jaringan akses pelanggan. 

c. Optical Splitter


    Splitter merupakan perangkat yang membagi daya optik menjadi N jalur terpisah menuju pelanggan. Sebagai penghubung antara OLT dengan ONU. Berfungsi untuk mentransmisikan sinyal input optik arah downlink menuju port multi output, dan bisa membagi satu serat optik ke dalam multi user dimana bandwidth dari serat tersebut dibagi-bagi. Untuk arah uplink, me-multiplexing kanal-kanal sinyal optik ONU menuju satu serat optik.
    Optical splitter diklasifikasikan komponen pasif , hal ini berarti tidak sensitif terhadap temperatur ataupun elemen lain yang bisa menjadi masalah dalam komponen elektrik.

d. Serat Optik


        Serat optik yang biasa digunakan adalah yang berbasis standar ITU-T G.652 single mode.

4. Keunggulan dan Kekurangan GEPON

      Kelebihan yang dimiliki GEPON adalah :
a. Biaya Lebih Murah Dibanding GEPON
    GEPON, menggunakan line coding 8B/10B yang dimaksudkan agar adanya transisi yang cukup antar bit. Dengan keadaan ini, desain perangkat receiver menjadi lebih mudah dan murah.  
b. Implementasi Bersifat Terbuka
     Tujuan pembuat standar adalah untuk mempertahankan perangkat yang murah dan waktu yang cepat untuk pemasaran
c) Penggunaan Frame Ethernet yang Menguntungkan 
     Dengan ethernet, dengan menggunakan paket yang panjangnya variabel, ethernet dibuat untuk membawa trafik IP dan bisa mengurangi overhead secara signifikan. Sebagai tambahan, ethernet juga mendukung protokol IGMP yang mendukung layanan multicast sehingga GEPON sangat cocok untuk layanan triple-play, seperti IPTV.
d) Manajemen Lebih Mudah
     GEPON hanya membutuhkan satu sistem pengaturan. Hal ini berarti GEPON menghasilkan total biaya yang lebih rendah. GEPON juga tidak membutuhkan konversi multiprotokol dan hasilnya adalah biaya silikon yang lebih murah. 

    Kekurangan yang dimiliki oleh GEPON adalah:
a) Bandwidth lebih rendah dibanding GPON
      GEPON hanya bisa membawa 1.25 Gbps. 
b) Masalah interoperabilitas
     Karena banyak detail dalam standar IEEE 802.3ah yang belum dijelaskan, maka ini mendorong vend untuk berinovasi. Namun di satu sisi ini membuat bingung pasar dan kurangnya interoperabilitas. Misalnya, EPON Jepang tidak bisa bekerja dengan EPON Cina.

5. Spesifikasi Layanan GEPON

Parameter

Deskripsi

Maximum reach

20 km/20km

Maximum split ratio

32

Line rate (up/down)

1250/1250 mbps

Coding

8B/10B

Data rate

1000 Mbps

Loss ODN

Toleransi

20/24 dB

29 dB

US overheads

Guard:2 us

Laser on/off:512 ns

AGC/CDR: 400 ns


D. Pengenalan ONU/ONT


         Optical Network Unit (ONU) atau Optical Network Terminal (ONT) merupakan perangkat di sisi pelanggan yang menyediakan interface baik data, voice, maupun video. Fungsi utama ONU ini adalah menerima trafik dalam format optik dan mengonversinya menjadi bentuk yang dinginkan, seperti data, voice, dan video.
         Optical Network Unit (ONU) atau Optical Network Terminal (ONT) adalah perangkat aktif yang dipasang di sisi pelanggan dimana memiliki fungsi sebagai pengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik dan juga sebagai alat demultiplex. Keluaran dan perangkat ONU/ONT dapat berupa layanan telpon, data dan internet, dan IPTV.

 Berikut ini adalah perlengkapan yang disiapkan di sisi pelanggan. 
1. Perangkat Optical Network Unit (ONU). 
2. Kabel fiber optic, Single Mode.
3. Outlet fiber optic

E. Media Converter Fiber Optic





      Fiber media converter adalah perangkat jaringan yang dapat menghubungkan dua jenis jaringan berbeda melalui media seperti twisted pair dengan kabel fiber optic.Fiber optic media converter juga digunakan dalam akses MAN dan layanan data transportasi ke pelanggan perusahaan untuk dimanfaatkan dalam sistem keamanan,salah satunya adalah fiber optic media converter for CCTV.
     Fiber optic media converter untuk CCTV ini tidak akan terganggu bila terkena petir, dapat digunakan dalam konfigurasi point to point atau beberapa sinyal kamera converter media yang multikompleks ditransmisikan bersama melalui satu link kabel optic fiber.Fiber optic media converter mendukung berbagai protokol komunikasi data berbeda termasuk ethernet to fibre converter, fost ethernet, gigabit ethernet media converter T1/E1/11, DS3/E3, serta beberapa jenis kabel seperti twisted pair, multi-mode dan single-mode serat optik.
    Cara kerja Fiber Optic Media Converter adalah dengan SNMP sistem (Simple Network management Protocol) lalu menghubungkan dengan LAN (area lokal) dengan memodifikasi media yang berbeda. Waktu memperluas jangkauan LAN untuk beberapa lokasi, optic media converter ini yang menghubungkan span ke beberapa lokasi sampai 165 km dengan optik 1660 nanometer.
    Untuk jenis fiber optik media converter yang selanjutnya adalah d-link fiber optic media converter, untuk fiber media Optic Media Converter converter ini memiliki satu konversi media saluran dan mengunakan fiber multimode koneksi SC yang dapat menambah kecepatan mode duplex atau perangkat LED panel depan dan port twisted pair. Multimode SC Fiber Optic ini dapat dimanfaatkan sebagai unit mandiri atau tidak terdapat fiber optic medio converter chassis: D-link fiber optic media converter Cu diciptakan untuk menghubungan dan menerima melalui Fiber Optik Full kecepatan forwarding. 
    Pada fiber optic media converter jenis fiber optic media converter gigabit pada tahun 2000 digunakan untuk standar transceiver jenis fiber to ethernet media converter dengan standar listrik swappable artinya satu port fiber optik converter gigabit dapat mendukung berbagai media dari tembaga hingga ke gelombang panjang fiber optic singlemode hingga menempuh jarak ratusan kilometer. Jenis fiber optic media converter lain ada rs323 to fiber optic media converter, planet fiber optic media, converter 10 100 1000m media converter, dan lainnya. Untuk fiber optic media converter price (harga fiber optic media converter) berkisar Rp 1.000.000,- harga tersebut akan memengaruhi kondisi dan kualitas fiber optic media converter tersebut. Semakin mahal biasanya kualitasnya semakin bagus.
 

F.Perangkat Pasif Fiber Optic


1. Patchcord Fiber Optic



    Patchcord adalah kabel fiber optic dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya. Digunakan untuk menghubungkan antar perangkat atau ke koneksi telekomunikasi.Potchcord adalah kabel fiber indoor yang dipakai hanya untuk di dalam ruangan saja. Ada yang simplex (1 core) dan ada pula yang duplex (2 corel, Single mode dan Multimode. 

2.  Fiber Optic Adopter 


    Fiber Optic Adapter digunakan untuk penyambung/menghubungkan kabel fiber optic satu dengan yang lain, jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optic yang memiliki konektor berbeda maka fiber optic adapter disebut fiber optic adapter hibrid atau Special Adapter. 
Berikut beberapa jenis fiber optic adapter:
a. FC Fiber optik Adapter


     Tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optic FC adapter, tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter dengan rumah (housing) logam dan lengan (Sleeves) dari keramik.

b. SC Adapter Fiber Optik


    Tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Simplex dan duplex. SC adapter fiber optic dengan rumah (housing) plastik, ada warna: biru untuk PC single mode, hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC Semua Fiber Optic SC adapter adalah jenis flange, single mode adopter adalah dengan lengan zirkonia sementara serat multimode adaptor dengan lengan perunggu. 

c. LC Fiber Optik Adapter



    Adapter fiber optic LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks LC adapter dan odopter LC duplex, fiber optic adopter LC warna sama dengan fiber optic SC adapter; biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. Fiber optic adapter LC dengan lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode.

 d. ST Fiber Optik Adapter


      Fiber Optic ST adapter semua jenis ulir, dengan rumah (housing) logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang multimode adalah dengan lengan perunggu.

3. Joint Closure Optic 



       Joint Closure adalah box tempat untuk menaruh hasil sambungan dari fiber optic.  Contoh: Jika ada kabel fiber optic putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut disambung/splicing dan hasil splicingan di taruh di Closure. 

4. Splitter Optic



     Smer merupakan komponen pauf yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata. 
Jenis-jenis splitter antara lain:
a.  1:2 (tanpa back up)
b.  1:4 (tanpa back up)
c.  1:8 (tanpa back up)
d. 1:16 (tanpa bock up)
e.  1:32 (tanpa back up) 
f.  2:2 (dengan back up).
g. 2:4 (dengan back up)
h. 2:8 (dengan bock up)
i.  2:16 (dengan back up) 
j.  2:32 (dengan back up)

5. Optical Termination Box (OTB) 


        Optical Termination Box, berfungsi sebagai tempat pendistribuslan fiber seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Optical Terminal Box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang

6. Pigtail Fiber Optic 



      Pigtail adalah sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung/splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable/Tight buffered cable). 

7. Fiber Node



    Fiber node merupakan titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber node berupa perangkat opto elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem jaringan TV Kabel.

8. Splicing (alat sambung fiber optic)




    Penyambungan kabel optik dikenal dengan istilah splicing, Dalam penyambungan fiber optic diperlukan alat khusus yaitu splicer. Terdapat 2 metode dalam penyambungan optik yaitu: fusion splicing dan mechanical splicing. Fusion splicing melakukan penyambungan dengan cara menyelaraskan/meluruskan kedua ujung serat optik yang ingin disambung, memanaskan dan melebur nya hingga menjadi 1 bagian yang tersambung.