Senin, 06 Maret 2023

BAB VIII Mengevaluasi Perangkat Pasif Jaringan Fiber Optik

 Mengevaluasi Perangkat 

Pasif Jaringan Fiber Optic




    Passive Optical Network (PON) merupakan sebuah teknologi tembaga yang digunakan baik pada narrow-band dan broadband. Teknologi ini dikatakan pasif karena memiliki elemen pembagi vang tidak memanipulasi sinyal optik. Salah satu jenis dari PON adalah GPON (Gigabit Ethernet PON). 

A. Pasif Optical Network ( PON )

    Passive Optical Network (PON) adalah jaringan point-to-multipoint berbasis serat optik yang memiliki elemen pembagi optik (optical splitter) yang berfungsi sebagai penyalur data untuk beberapa tujuan.Elemen pembagi tersebut bersifat pasif artinya tidak melakukan manipulasi sinyal seperti penguatan sinyal optik. 





    Sinyal optik downstream dan upstream merupakan dua buah sinyal yang berbeda panjang gelombangnya dan dilewatkan pada jalur yang sama.  Sinyal downstream adalah berupa paket-paket yang dikirimkan dengan cara broadcast lewat sebuah serat,kemudian optical splitter akan mengirimkan paket-paket tersebut ke semua end-point. Jadi setiap ujung (terminal) akan menerima paket data yang sama untuk dibagikan hanya data tertentu yang akan diproses.PON biasa digunakan untuk jaringan metro atau untuk mobile backhaul, yaitu koneksi antara core network satu dengan core network lainnya.

B. Gigabit Passive Optical Network ( GPON )


1. Pengenalan GPON

    GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 .GPON mempunyai dominansi pasar yang lebih tinggi dan roll out lebih cepat dibanding penetrasi GEPON. Standar G.984 mendukung bit rate yang lebih tinggi, perbaikan keamanan, dan pilihan protokol layer 2 (ATM, GEM, atau Ethernet). 
Yang menjadi ciri khas dari teknologi ini adalah teknik distribusi trafik dilakukan secara pasif.Dari sentral hingga ke arah subscriber akan didistribusikan menggunakan splitterr pasif.
GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast ke arah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GPON jadi memiliki efisiensi bandwidth yang lebih baik dari BPON.

2. Prinsip Kerja GPON

     Prinsip kerja dari GPON, ketika data atau sinyal dikirimkan dari OLT, maka ada bagian yang bernama splitter yang berfungsi untuk memungkinkan serat optik tunggal dapat mengirim ke berbagai ONU, untuk ONU sendiri akan memberikan data-data dan sinyal yang diinginkan pelanggan.
    Pada prinsipnya, PON adalah sistem point to multipoint, yang menggunakan splitter sebagai pembagi jaringannya. Arsitektur sistem GPON berdasarkan pada TDM (Time Division Multiplexing) sehingga mendukung layanan T1, E1 dan DS3.

3. Komponen GPON

a. Network Management System (NMS)


     NMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat GPON seperti POTS, VolP, dan IPTV. Letak NMS ini bersamaan di dekat OLT namun berbeda ruangan. Konfigurasi yang dapat dilakukan oleh NMS adalah OLT dan ONT. NMS dapat memonitoring ONT dari jarak jauh.

b. Optical Line Terminal (OLT) 


    OLT menyediakan interface antara sistem PON dengan penyedia layanan (service provider) data, video, dan jaringan telepon. Bagian ini akan membuat link ke sistem operasi penyedia layanan melalui Network Management System  ( NMS ).

C. Optical Distibution Cabinet (ODC)


     ODC adalah jaringan optik antara perangkat OLT sampai perangkat ODC.  Letak dari ODC ini adalah terletak di rumah kabel.ODC menyediakan sarana / peralatan transmisi optik dari OLT  dan ONT terhadap pengguna dan sebaliknya.

Perangkat interior pada ODC terdiri dari :
1) Konektor


    Konektor optik merupakan penghubung serat. Dalam operasinya konektor mengelilingi serat kecil sehingga cahayanya terbawa secara bersama-sama tepat pada inti dan segaris dengan sumber cahaya (serat lain). 

2) Splitter



    Splitter merupakan komponen pasif yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab tidak memerlukan sumber energi eksternal dan optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga cara kerjanya membagi daya optik sama rata.
    Passive splitter atau splitter merupakan optical fiber coupler sederhana yang membagi sinyal optik menjadi beberapa path (multiple path) atau sinyal-sinyal kombinasi dalam satu jalur. Splitter juga dapat berfungsi untuk merutekan dan mengombinasikan berbagai sinyal optik. Alat ini sedikit nya  terdiri dari 2 port dan bisa lebih hingga mencapai 32 port.

Redaman Passive Splitter


d. Optical Distribution Pack (ODP)

     Instalasi atau terminasi yang bagus dari serat adalah persyaratan utama untuk menjamin kemampuan transmisi pada kabel serat optik.
Syarat utama ODP adalah :
1) ODP dapat diubah tanpa mengganggu kabel yang sudah terpasang dengan cara melebihkan kabel serat optik beberapa meter.
2) Setiap ODP harus punya ruangan untuk memuat splitter.
3) ODP harus memiliki akses dari sisi depan. 
4) Setiap ODP harus memiliki penutup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser yang langsung keluar dari ujung serat.
5) ODP harus mempunyai ruang untuk memuat dan memandu kabel serat optik.

e. Optical Network Termination (ONT)



     ONU menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur FTTH, ONU diletakkan di sisi pelanggan. Perangkat ONU yang digunakan PT. Telkom salah satunya adalah ZXA10 FN62X yang merupakan pabrikan merek ZTE.


4. Keunggulan dan Kekurangan GPON



Keunggulan GPON :
a. Mendukung aplikasi triple play (suara, data, dan video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu core fiber optic.
b. Dapat membagi bandwidth sampai 32 ONT.
c. GPON mengurangi penggunaan banyak kabel dan peralatan pada kantor pusat bila dibandingkan dengan arsitektur point to point. 
d. Alokasi bandwidth dapat diatur.
e. Biaya maintenance yang murah karena menggunakan komponen pasif.
f. Transparan terhadap laju bit dan format data. 
g. Biaya pemasangan, pemeliharaan dan pengembangan lebih efisien. 

Kekurangan  GPON :
a. Model layering yang kompleks.
b. Lebih mahal dibandingkan GEPON.
c. Transceiver pada laju 2.4 Gbps saat ini mahal.
d. Bandwidth upstream terbatas pada hingga 622 Mbps saat ini.

5. Spesifikasi Layanan GPON


C. Gigabyte Internet Passive Optical Network


1. Pengenalan GEPON


     GEPON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) merupakan teknik akses optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint. GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984.  GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast ke arah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GEPON mengenkapsulasi dan men-transport data pengguna dalam frame Ethernet, GEPON dikeluarkan sebagai jenis dari sistem high speed optical access. Hal tersebut dikarenakan sistem PON ini menggunakan teknologi Ethernet, yang biasanya disebut "EPON", tetapi karena pengaruh layanan yang diberikan maka lebih dikenal sebagai "gigabit".
    Jadi, GEPON merupakan perluasan alami dari LAN pada premis pengguna, dan menghubungkan LAN-LAN menuju infrastruktur MAN/WAN berbasis Ethernet. Karena tidak ada fragmentasi atau penyusunan data pada GEPON dan kebutuhannya pada lapis physical-media dependent lebih longgar, peralatan GEPON lebih murah dibanding GPON . 

2. Prinsip Kerja GEPON  



     Standar Ethernet didefinisikan untuk shared medium dan link point-to-point (P2P) fullduplex. Hal ini menyebabkan GEPON mempunyai ciri yang merupakan kombinasi dari dua sifat standar Ethernet tersebut. GEPON menggunakan struktur enkapsulasi paket Ethernet untuk komunikasi pada layer 2. Sehingga GEPON menjadi sangat efektif dalam  komunikasi access network. Data dikirimkan dengan panjang  variabel paket data maksimum sebesar 1.518 Bytes sesuai dengan Ethernet standar IEEE 802.3ah struktur Point to Multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan sampai 32 ONU. Semua ONU saling berbagi bandwidth 1 G melalui TDM (Time Division Multiplex). 
    Karena itu masing-masing ONU bisa menyediakan bandwidth max 1 Gbps untuk arah uplink atau downlink. Transceiver optik menggunakan sistem WDM (Wavelength Division Multiplexer) dengan panjang gelombang yang digunakan berbeda antara pengirim dan penerima. 
a.Upstream: 1260. 1360 nm (1310 ± 50).
b. Downstream: 1480. 1500 nm (1490 ± 10).
    GEPON tidak membutuhkan beberapa protokol yang rumit untuk mentransmisikan sinyal optik secara tepat sampai ke pelanggan, karena sinyal dari pelanggan bisa ditransmisikan ke OLT secara terpusat. 



    Pada arah downstream, GEPON bertindak sebagai shared medium, dengan frame-frame yang dikirim oleh OLT mencapai setiap ONU. Pada arah upstream, karena sifat direksional dari coupler pasif, frame-frame data hanya akan mencapai OLT, tidak menuju ONU lainnya. Artinya, pada arah upstream perilaku GEPON dapat dibandingkan dengan jaringan P2P. Tetapi, tidak seperti jaringan P2P sebenarnya, dalam GEPON frame-frame Sehingga pada arah upstream terdapat syarat untuk berbagi serat trunk dan mengatur time slot transmisi ONU untuk mencegah tabrakan.
    Untuk mengurus syarat koordinasi trafik yang unik pada sisi upstream GEPON menggunakan MPCP, yang merupakan protokol berbasis frame, berdasarkan pesan-pesan kontrol MAC 64-byte, yang mengoordinasikan trafik upstream. Hal ini menyebabkan mekanisme pengiriman data antara upstream dan downstream berbeda. 
Berikut prosedur masing-masing arah : 
a. Arah downstream


    Pada arah ini, frame-frame Ethernet yang dikirim oleh OLT melewati splitter pasif 1:N dan disebar secara broadcast menuju setiap ONU. Frame Ethernet diekstrak oleh ONU tujuan mereka berdasarkan alamat Medium Access Control (MAC). sehingga ini tidak berbeda dengan LAN Ethernet pada umumnya.

b. Arah upstream


  
    Pada arah ini, frame-frame Ethernet dikirim oleh masing-masing ONU dalam mode burst dengan pemotongan waktu seperti TDM. OLT menugaskan tiap ONU slot waktu transmisi tertentu. Slot waktu transmisi ini mencegah fragmentasi dan tabrakan sinyal. Slot waktu dilengkapi dengan ukuran tetap tetapi pemberiannya lebih fleksibel. Sebuh ONU menahan frame-frame yang diterima dari pelanggan sampai slot waktunya tiba.
   Ketika slot waktunya tiba, ONU mengirimkan semua frame yang disimpan pada kecepatan kanal penuh, yang harus sesuai dengan salah satu dari laju data standar Ethernet dalam cara burst. 

3. Komponen GEPON
a.Optical Line Terminal (OLT)



    OLT adalah elemen jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menyediakan antarmuka PON menuju core IP/Ethernet dan jaringan operasi. OLT dtempatkan pada CO (Central Office), dihubungkan ke ONU melalui PON dengan kabel fiber, splitter dan komponen pasif lain.
    OLT diatur oleh EMS. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal optik-ke elektrikan elektrik-ke-optik, control transmisi bidireksional, multpleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, perutean/switching paket, fungsi operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OAM), konvesi PON dan jaringan, dan fungsi antarmuka.

b. Optical network unit ( ONU )


     ONU merupakan elemen pada sisi pelanggan FTTH yang menyediakan antarmuka pelanggan menuju PON. Dalam perangkat ONU menyediakan pengubah opto-electrical (melewatkan informasi yang diubah dari framework serat optik menjadi framework logam listrik. ONU merupakan suatu titik pembatasan, dimana merupakan akhir dari aliran optik jaringan pembawanya dan merupakan awal dari jaringan akses pelanggan. 

c. Optical Splitter


    Splitter merupakan perangkat yang membagi daya optik menjadi N jalur terpisah menuju pelanggan. Sebagai penghubung antara OLT dengan ONU. Berfungsi untuk mentransmisikan sinyal input optik arah downlink menuju port multi output, dan bisa membagi satu serat optik ke dalam multi user dimana bandwidth dari serat tersebut dibagi-bagi. Untuk arah uplink, me-multiplexing kanal-kanal sinyal optik ONU menuju satu serat optik.
    Optical splitter diklasifikasikan komponen pasif , hal ini berarti tidak sensitif terhadap temperatur ataupun elemen lain yang bisa menjadi masalah dalam komponen elektrik.

d. Serat Optik


        Serat optik yang biasa digunakan adalah yang berbasis standar ITU-T G.652 single mode.

4. Keunggulan dan Kekurangan GEPON

      Kelebihan yang dimiliki GEPON adalah :
a. Biaya Lebih Murah Dibanding GEPON
    GEPON, menggunakan line coding 8B/10B yang dimaksudkan agar adanya transisi yang cukup antar bit. Dengan keadaan ini, desain perangkat receiver menjadi lebih mudah dan murah.  
b. Implementasi Bersifat Terbuka
     Tujuan pembuat standar adalah untuk mempertahankan perangkat yang murah dan waktu yang cepat untuk pemasaran
c) Penggunaan Frame Ethernet yang Menguntungkan 
     Dengan ethernet, dengan menggunakan paket yang panjangnya variabel, ethernet dibuat untuk membawa trafik IP dan bisa mengurangi overhead secara signifikan. Sebagai tambahan, ethernet juga mendukung protokol IGMP yang mendukung layanan multicast sehingga GEPON sangat cocok untuk layanan triple-play, seperti IPTV.
d) Manajemen Lebih Mudah
     GEPON hanya membutuhkan satu sistem pengaturan. Hal ini berarti GEPON menghasilkan total biaya yang lebih rendah. GEPON juga tidak membutuhkan konversi multiprotokol dan hasilnya adalah biaya silikon yang lebih murah. 

    Kekurangan yang dimiliki oleh GEPON adalah:
a) Bandwidth lebih rendah dibanding GPON
      GEPON hanya bisa membawa 1.25 Gbps. 
b) Masalah interoperabilitas
     Karena banyak detail dalam standar IEEE 802.3ah yang belum dijelaskan, maka ini mendorong vend untuk berinovasi. Namun di satu sisi ini membuat bingung pasar dan kurangnya interoperabilitas. Misalnya, EPON Jepang tidak bisa bekerja dengan EPON Cina.

5. Spesifikasi Layanan GEPON

Parameter

Deskripsi

Maximum reach

20 km/20km

Maximum split ratio

32

Line rate (up/down)

1250/1250 mbps

Coding

8B/10B

Data rate

1000 Mbps

Loss ODN

Toleransi

20/24 dB

29 dB

US overheads

Guard:2 us

Laser on/off:512 ns

AGC/CDR: 400 ns


D. Pengenalan ONU/ONT


         Optical Network Unit (ONU) atau Optical Network Terminal (ONT) merupakan perangkat di sisi pelanggan yang menyediakan interface baik data, voice, maupun video. Fungsi utama ONU ini adalah menerima trafik dalam format optik dan mengonversinya menjadi bentuk yang dinginkan, seperti data, voice, dan video.
         Optical Network Unit (ONU) atau Optical Network Terminal (ONT) adalah perangkat aktif yang dipasang di sisi pelanggan dimana memiliki fungsi sebagai pengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik dan juga sebagai alat demultiplex. Keluaran dan perangkat ONU/ONT dapat berupa layanan telpon, data dan internet, dan IPTV.

 Berikut ini adalah perlengkapan yang disiapkan di sisi pelanggan. 
1. Perangkat Optical Network Unit (ONU). 
2. Kabel fiber optic, Single Mode.
3. Outlet fiber optic

E. Media Converter Fiber Optic





      Fiber media converter adalah perangkat jaringan yang dapat menghubungkan dua jenis jaringan berbeda melalui media seperti twisted pair dengan kabel fiber optic.Fiber optic media converter juga digunakan dalam akses MAN dan layanan data transportasi ke pelanggan perusahaan untuk dimanfaatkan dalam sistem keamanan,salah satunya adalah fiber optic media converter for CCTV.
     Fiber optic media converter untuk CCTV ini tidak akan terganggu bila terkena petir, dapat digunakan dalam konfigurasi point to point atau beberapa sinyal kamera converter media yang multikompleks ditransmisikan bersama melalui satu link kabel optic fiber.Fiber optic media converter mendukung berbagai protokol komunikasi data berbeda termasuk ethernet to fibre converter, fost ethernet, gigabit ethernet media converter T1/E1/11, DS3/E3, serta beberapa jenis kabel seperti twisted pair, multi-mode dan single-mode serat optik.
    Cara kerja Fiber Optic Media Converter adalah dengan SNMP sistem (Simple Network management Protocol) lalu menghubungkan dengan LAN (area lokal) dengan memodifikasi media yang berbeda. Waktu memperluas jangkauan LAN untuk beberapa lokasi, optic media converter ini yang menghubungkan span ke beberapa lokasi sampai 165 km dengan optik 1660 nanometer.
    Untuk jenis fiber optik media converter yang selanjutnya adalah d-link fiber optic media converter, untuk fiber media Optic Media Converter converter ini memiliki satu konversi media saluran dan mengunakan fiber multimode koneksi SC yang dapat menambah kecepatan mode duplex atau perangkat LED panel depan dan port twisted pair. Multimode SC Fiber Optic ini dapat dimanfaatkan sebagai unit mandiri atau tidak terdapat fiber optic medio converter chassis: D-link fiber optic media converter Cu diciptakan untuk menghubungan dan menerima melalui Fiber Optik Full kecepatan forwarding. 
    Pada fiber optic media converter jenis fiber optic media converter gigabit pada tahun 2000 digunakan untuk standar transceiver jenis fiber to ethernet media converter dengan standar listrik swappable artinya satu port fiber optik converter gigabit dapat mendukung berbagai media dari tembaga hingga ke gelombang panjang fiber optic singlemode hingga menempuh jarak ratusan kilometer. Jenis fiber optic media converter lain ada rs323 to fiber optic media converter, planet fiber optic media, converter 10 100 1000m media converter, dan lainnya. Untuk fiber optic media converter price (harga fiber optic media converter) berkisar Rp 1.000.000,- harga tersebut akan memengaruhi kondisi dan kualitas fiber optic media converter tersebut. Semakin mahal biasanya kualitasnya semakin bagus.
 

F.Perangkat Pasif Fiber Optic


1. Patchcord Fiber Optic



    Patchcord adalah kabel fiber optic dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya. Digunakan untuk menghubungkan antar perangkat atau ke koneksi telekomunikasi.Potchcord adalah kabel fiber indoor yang dipakai hanya untuk di dalam ruangan saja. Ada yang simplex (1 core) dan ada pula yang duplex (2 corel, Single mode dan Multimode. 

2.  Fiber Optic Adopter 


    Fiber Optic Adapter digunakan untuk penyambung/menghubungkan kabel fiber optic satu dengan yang lain, jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optic yang memiliki konektor berbeda maka fiber optic adapter disebut fiber optic adapter hibrid atau Special Adapter. 
Berikut beberapa jenis fiber optic adapter:
a. FC Fiber optik Adapter


     Tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optic FC adapter, tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter dengan rumah (housing) logam dan lengan (Sleeves) dari keramik.

b. SC Adapter Fiber Optik


    Tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Simplex dan duplex. SC adapter fiber optic dengan rumah (housing) plastik, ada warna: biru untuk PC single mode, hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC Semua Fiber Optic SC adapter adalah jenis flange, single mode adopter adalah dengan lengan zirkonia sementara serat multimode adaptor dengan lengan perunggu. 

c. LC Fiber Optik Adapter



    Adapter fiber optic LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks LC adapter dan odopter LC duplex, fiber optic adopter LC warna sama dengan fiber optic SC adapter; biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. Fiber optic adapter LC dengan lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode.

 d. ST Fiber Optik Adapter


      Fiber Optic ST adapter semua jenis ulir, dengan rumah (housing) logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang multimode adalah dengan lengan perunggu.

3. Joint Closure Optic 



       Joint Closure adalah box tempat untuk menaruh hasil sambungan dari fiber optic.  Contoh: Jika ada kabel fiber optic putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut disambung/splicing dan hasil splicingan di taruh di Closure. 

4. Splitter Optic



     Smer merupakan komponen pauf yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata. 
Jenis-jenis splitter antara lain:
a.  1:2 (tanpa back up)
b.  1:4 (tanpa back up)
c.  1:8 (tanpa back up)
d. 1:16 (tanpa bock up)
e.  1:32 (tanpa back up) 
f.  2:2 (dengan back up).
g. 2:4 (dengan back up)
h. 2:8 (dengan bock up)
i.  2:16 (dengan back up) 
j.  2:32 (dengan back up)

5. Optical Termination Box (OTB) 


        Optical Termination Box, berfungsi sebagai tempat pendistribuslan fiber seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Optical Terminal Box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang

6. Pigtail Fiber Optic 



      Pigtail adalah sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung/splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable/Tight buffered cable). 

7. Fiber Node



    Fiber node merupakan titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber node berupa perangkat opto elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem jaringan TV Kabel.

8. Splicing (alat sambung fiber optic)




    Penyambungan kabel optik dikenal dengan istilah splicing, Dalam penyambungan fiber optic diperlukan alat khusus yaitu splicer. Terdapat 2 metode dalam penyambungan optik yaitu: fusion splicing dan mechanical splicing. Fusion splicing melakukan penyambungan dengan cara menyelaraskan/meluruskan kedua ujung serat optik yang ingin disambung, memanaskan dan melebur nya hingga menjadi 1 bagian yang tersambung. 
   

0 comments:

Posting Komentar