SMKN 1 SAWAHLUNTO

SISWA TKJ 21

revalia dwinta revian

"Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan." - Shakuntala Devi

Selasa, 23 Mei 2023

BAB XI Mengevaluasi Mail Server


 A. Mengenal Mail Server



1. Pengertian Mail Server

     Mail server atau email server adalah perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email. Mail server juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa FTP. 
Mail server ini dikelola oleh seorang post master yang memiliki beberapa tugas pokok yaitu:
a. mengelola account,
b.memonitor kinerja server, dan
c. tugas administratif lainnya.

2. Protokol pada Mail Server
 
a. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) 
     Digunakan sebagai standar untuk menampung dan mendistribusikan email.

b. POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol)        Digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu tidak perlu login ke dalam sistem shell mesin mail server tetapi cukup menguhubungi port tertentu dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.

3. Server pada Mail Server dan Penjelasan

a. Outgoing server (sending email)
     Protocol server yang menangani adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25.

b. Incoming server (receiving email)
     Protocol server yang menangani adalah POP3 (Post Office Protocol) pada port 110 atau IMAP (Internet Message Access Protocol) pada port 143.

Penjelasan dari server yang menangani outgoing email dan incoming email sebagai berikut :
a. SMTP Server
     Saat mengirimkan email maka email akan ditangani SMTP Server dan akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui beberapa SMTP server dijalurnya. Apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan dimasukan ke dalam queue dan di resend setiap 15 menit, apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.

b. POP3 Server
    Jika menggunakan POP3 server, apabila kita akan membaca email maka email pada server di-download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang men-download email tersebut (kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang men-download email tersebut).

C. IMAP Server
    Jika menggunakan IMAP server, email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda. Port adalah socket atau jack koneksi yang terletak di luar unit sistem sebagai tempat kabel-kabel yang berbeda ditancapkan. Port berfungsi untuk mentransmisikan data. Berikut macam-macam port :
a. Port Serial
b. Port Pararel -
c. Port SCSI (Scuzzy)
d. Port USB

B. Prinsip dan Cara Kerja Mail Server

1. Cara Kerja Mail Server #Versi 1

    Proses pengiriman mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat mail di kirim, maka mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca mail berarti user telah mengakses server mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang ditampilkan melalui browser user.

2. Cara Kerja Mail Server #Versi 2

a. Mail User Agent (MUA)
     MUA adalah komponen yang berinteraksi dengan pengguna akhir secara langsung. Contoh dari MUA yaitu Thunderbird, MS Outlook, Zimbra Desktop. Interface webmail seperti Gmail dan Yahoo juga MUA.

b. Mail Transfer Agent (MTA)
     MTA bertanggung jawab untuk mentransfer email dari mail server sampai ke server penerima email. Contoh MTA yaitu sendmail dan Postfix.

c.Mail Delivery Agent (MDA)
    Dalam surat server tujuan, MTA lokal menerima email masuk dari MTA terpencil.Email tersebut kemudian dikirimkan ke kotak surat pengguna dengan MDA.

d. POP/IMAP
     POP dan IMAP adalah protokol yang digunakan untuk mengambil email dari kotak surat penerima server untuk penerima MUA.

e. Mail Exchanger Record (MX)
     Record MX adalah entri DNS untuk mail server. Catatan ini menunjuk ke alamat IP ke arah mana email harus ditembak. MX record terendah selalu menang, yaitu, mendapat prioritas tertinggi. Sebagai contoh, MX 10 adalah lebih baik daripada MX 20. Alamat IP dari MX record dapat bervariasi berdasarkan desain dan konfigurasi persyaratan.


    Ketika pengirim mengklik tombol kirim, SMTP (MTA) memastikan ujung ke ujung pengiriman email dari pengirim-sisi server ke server tujuan. Setelah mencapai server tujuan, MTA lokal ke server tujuan menerima email, dan di pindahkan ke MDA setempat. MDA kemudian menulis email ke kotak pesan penerima. Ketika penerima memeriksa email, mereka diambil oleh MUA dengan menggunakan protokol seperti POP atau IMAP.

C. Konfigurasi Mail Server Menggunakan Postfix dan Squirrelmail

    Postfix adalah mail transfer agent bebas dan terbuka. Postfix merupakan mail transfer agent default untuk sejumlah sistem operasi bertipe Unix. Salah satu ketangguhan Postfix adalah kemampuannya menahan "buffer overflow". Ketangguhan lainnya adalah kesanggupan Postfix memproses surat elektronik dalam jumlah banyak.
    Postfix dibuat dengan sistem jaringan daemon di mana setiap daemon hanya mengerjakan satu tugas dengan menggunakan akses minimum ke sistem. Dengan begitu, jika ada satu daemon yang bermasalah maka hanya akan memengaruhi daemon tersebut dan tidak akan berimbas ke seluruh sistem Postfix. Sewaktu Postfix dijalankan, hanya ada satu proses yang menggunakan akses "root".

Konfigurasi mail server :

1.  Instal terlebih dahulu pakage-pakege postfix (mail server), courier-imap (smtp), courier-pop (pop3) dengan perintah :
  •   root@server:~#apt-get install postfix
  •   root@server:~#apt-get install courier-imap
  •   root@server:~#apt-get install courier-pop

2. Tukar pada CD iso Debian 3 dan saat instalasi  masukkan cd ISO Debian 1 dan tekan enter, kemudian CD ISO debian 2 dan enter dan kemudian terahir CD ISO Debian 3.
Jangan lupa mount disc dengan perintah :

                                   root@server:~#apt- cdrom add.

3Jika muncul tampilan berikut pilih internet site


4. 
Seteleh itu ada tampilan berikutnya isi pada bagian System mail name dengan nama mail.sekolah.sch.id

5. Kemudian pada tampilan berikut pilih yes. Tunggu hingga proses instalasi selesai.


6. Ketikkan perintah  
root@server:~#nano /etc/postfix/main.cf dan tambahkan script berikut di paling bawah .
   


7. Buat directory “Maildir/” di directory /etc/skel dengan perintah

root@server:~#maidirmake /etc/skel/Maildir

8. kemudian lakukan rekonfigurasi postfix dengan perintah :

                                    root@server:~#dpkg-reconfigure postfix

    a. Pilih OK
         

b. Kemudian pilih internet site. Pada tampilan selanjutnya bagian System mail name isi dengan mail.sekolah.sch.id kemudian OK dan pada gambar dibawah ini biarkan kosong.     
                        

c. Pada gambar berikut, tambahkan opsi sekolah.sch.id dan OK


d. Setelah itu pilih NO dan tekan enter pada bagian Force syncchronous.


e. 
Kemudian pada Local Network tambahkan IP network local 192.168 10.0/29


f. Kemudian pilih NO



g.  Pada bagian Mailbox size limit isikan batas limit quota masing-mamsing user,.. 0 untuk unlimited kemudian OK.


h. Pada bagian ini biarkan saja default (kosong)

                           

i. Pada bagian ini pilih ipv 4 dan OK 


j. Tambahkan user baru dan isi semua data dengan perintah :

root@server:~#adduser reva

k. Kemudian lakukan restart layanan mail server dengan perintah :

                                 root@server:~#/etc/init.d/postfix restart 
                                 root@server:~#/etc/init.d/courier-imap restart
                                 root@server:~#/etc/init.d/courier-pop restart
                             
Cara Pengujian mail server pada PC server
1. Ketikkan perintah : root@server:~# telnet mail.sekolah.sch.id 2



2. Melihat user yang sudah dibuat, ketik perintah : root@server:~# ls /home/

3. Perintah untuk tes kirim email root@server:~# telnet sekolah.sch.id 25


4.  Kemudian periksa email masuk pada user dengan perintah :










Senin, 08 Mei 2023

BAB IX Mengevaluasi Permasalahan Jaringan Fiber Optik

Mengevaluasi Permasalahan Jaringan Fiber Optik


    

A. Gangguan dan Troubleshooting Fiber Optick

      Pada saat melakukan Instalasi terjadi beberapa masalah, yaitu pada saat pengecekan koneksi ternyata koneksi belum sepenuhnya berjalan dengan lancar, dan lass yang dihasilkan sangat besar atau tidak memenuhi standar loss yang direkomendasikan yaitu RX sensitivity-nya antara-22 s/d-24 db, pada saat dilakukan penghitungan ternyata loss yang dihasikan adalah -38 dB, setelah tim men-troubleshooting masalah ini mulai dari konstruksi kabel apakah ada bending atau kabel yang patah, penggunaan attenuator yang tepat, setelah beberapa tindakan tersebut dilakukan ternyata loss yang dihasilkan masih saja besar. Tim instalasi sempat mengganti atau men-splice ulang patch cord karena diasumsikan s splicing-nya kurang maksimal, ternyata tindakan tersebut juga tidak merubah hasil penghitungan loss yang direkomendasikan.

    Setelah tim melakukan pengecekan ulang di OTB ternyata sumber masalah ditemukan yaitu kebut FC yang masuk salah satu port di OTB tidak tertancap sebagaimana mestinya, inner dari konektor tersebut tidak masuk secara tepat. Hal inilah yang ternyata menyebabkan loss yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang direkomendasikan.

   Dari problem diatas dapat diambil kesimpulan diantaranya:
1. Pastikan kabel fiber yang digunakan bersih dan tidak patah atau rusak. 
2. Pada saat splicing pastikan foss yang dihasilkan seminimal mungkin.
3. Pada saat memasukan konektor ke salah satu port di OTB pastikan inner-nya masuk.
4.Pada saat pengukuran dengan power meter pastikan gelombang yang digunakan sama.

   Bila terjadi beberapa masalah, maka cek beberapa keterangan konfigurasi :
1. Failure of ONU to range.
    a. Fiber yang kotor.
    b. Sinyal degradasi.
        1) Kabel fiber terlalu panjang.
        2) Kabel fiber rusak.
        3) Bad connections/fiber plant components.
        4) Laser/receiver tidak berfungsi.
    c. ONU ID# conflict 

2. Loss permanent pada frame di TDM.
    a. Konfigurasi kabel yang salah.
    b. Ports/Channels/Board tidak aktif.

3. Tidak bisa telnet ke SCC management port (pada OLT). 
     Konfigurasi yang salah pada SCC IP parameternya.

4. No IP traffic.
    a. VLAN membership yang salah.
    b. Ports tidak di enabled.

B. Mengatasi Gangguan Jaringan Akses Fiber Optic
 
1. Gangguan pada jalur kabel fiber optic

a. Serat Optik Putus 
    Hal-hal yang dapat menyebabkan serat optik putus :     
1) Pengaruh mekanis
a) Pohon roboh/tumbang menimpa jalur kabel udara.
b) Jalur kabel udara terkena benang layang-layang
c) Tiang roboh
d) Force majeur
2) Pengaruh instalasi
     Penarikan kabel optik dilakukan dengan gaya tarik.

b. Crack (Patahan/Retak)
     Crack atau retakan pada serat optik dapat menyebabkan loss refleksi. 
Hal-hal yang dapat menyebabkan serat optik retak : 
1) Crush
2) Bending radius
3) Impact
4) Torsion
5) Vibrasi 

c. Perembesan Air
     Proses penanganan gangguan pada jalur kabel serat optik :
1) Penerimaan tanda gangguan
     Dengan adanya laporan gangguna dari sentral transmisi yang menyatakan sistem jatuh maka melalui CTF dapat ditentukan jalur/kabel serat optik yang terganggu.
2) Estimasi lokasi gangguan




2. Cara Mengatasi Gangguan

a. Patroli jaringan
1) Dilaksanakan dengan menyusuri seluruh rute kabel mulai dari FJB pada satu STO ke STO lain.
2) Hal-hal yang dapat diamati dalam patroli jaringan antara lain:
a) Tiang
b) Temberang
c) Aksesoris
d) Rute dan kabel

b. Pemeliharaan rutin dan potong-potong. 

c. Pengukuran spare kabel.

d. Perbaikan spare core (storing core). 

3. Beberapa hal yang mempengaruhi performa fiber optic

a) Loss

     Diakibatkan oleh panjang span fiber dan banyaknya splicing di sepanjang span fiber tersebut. Besarnya loss dari suatu span fiber bisa diukur dengan menggunakan OTDR. 

b) Dispersi
    
1) Chromatic dispersion (CD) 
    Dispersi ini diakibatkan oleh variasi fiber index (karakteristik fiber) dengan panjang gelombang. Chromatic dispersion bisa diukur dengan menggunakan chromatic dispersion meter. Salah satu penyebab penurunan kualitas sinyal pada jaringan fiber optic adalah chromatic dispersion yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh suhu kabel fiber optic. Chromatic dispersion bisa diatasi dengan membuat chromatic dispensation dengan membuat semacam spoel atau gulungan fiber optic untuk mengkompensasi cacatnya sinyal yang ditransmisikan.

2) Polarization Mode Dispersion (PMD)
     PMD diakibatkan oleh berubahnya bentuk fiber optic yang diakibatkan suhu,kelembapan atau adanya tarikan fiber yang bengkok.Dalam fiber optic ketidak sempurnaan fabrikasi membuat sinyal menjadi asimetris dan dapat menyebabkan mode memiliki kecepatan propagasi berbeda. Perbedaan kecepatan Ini disebut Differential Group Delay (DGD) dan PMD adalah koefisien statistic normalisasi panjang rata-rata nilai DGD. PMD dapat diminimalisir dengan pemilihan kabel dan instalasi yang baik. Lain dengan CD yang bisa diatasi dengan membuat chromatic dispensator, PMD tidak dapat diatasi.

c. Rusaknya Sealed dan Jacket Fiber
     fiber Sealed dan Jacket Fiber akan semakin jelek, misalnya mengeras kemudian pecah  

C. Pemeliharaan , Perawatan , dan Perbaikan Jaringan Berbasis Fiber Optik  

1. Pemeliharaan Rutin

a. Pemeliharaan perangkat SKSO/OLTE.

1) Pemeliharaan Harian Check-list Perangkat OLTE.

2) Pemeliharaan Mingguan.
     Agar peralatan pada perangkat siap pakai sewaktu-waktu, maka perlu dilakukan pemilharaan setiap minggu satu kali yang meliputi pengecekan,pengetesan, dan pembersihan fisik antara lain sebagai berikut:
a) Alat sambung kabel serat optik (splicer). 
b) Alat ukur kabel serat optik (OTDR).
c) Generator Set. 
d) Mobil SKSO.
e) Alat komunikasi (Talk Set).
f) Power Meter.
g) Sarana penunjang lainnya. 

3) Pemeliharaan Bulanan:

 a) Pengecekan Manhole/Handhole
      Untuk menghindari gangguan pada titik sambung (joint closure) akibat masuknya  air/lumpur dan menghilangnya tanda-tanda yang terdapat pada kabel pada Manhole/            Handhole perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut: 
(1) Bersihkan/kuras Manhole/Handhole yang terdapat pada titik sambung kabel optik secara rutin sesuai jadwal pemeliharaan.          
(2) Cek kondisi stopper yang menutupi lubang-lubang polongan, bila terjadi  penyimpangan segera diadakan perbaikan untuk mencapai kondisi seharusnya.             
(3) Cek kondisi kabel dan penyangga kabel beserta aksesorisnya, bila ada yang kurang/ terlepas segera diperbaiki/diganti.               
(4) Mengganti tanda pada kabel jika tanda pada kabel yang sebelumnya hilang,untuk memper- mudah mengetahui jenis kabel yang ada pada Manhole/Handhole tersebut.
(5) Cek kondisi tutup Manhole/Handhole bila ada yang rusak atau catnya kusam segera di cat ulang.                 
(6) Sehabis bekerja pada Manhole/Handhole jangan lupa menutup kembali tutup Manhole       /Handhole dengan rapat dan sempurna.
(7) Memberi tanda berupa patok pada Manhole/Handhole yang berada pada posisi  rawan, persawahan dan perbukitan. 

b) Patroli Kabel Serat Optik Tanah (Burled Cable)
     Pelaksanaan patroli dengan menelusuri rute kabel sejauh 6 km/hari, agar situasi dan kondisi kabel optik dapat diketahui perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
(1) Cek pipa besi galvanis jembatan kabel pada penyeberangan sungai.
(2) Cek tiang beserta aksesorisnya, pondasi dan kawat duri sebagai pengaman, bila terjadi kerusakan segera dilaksanakan perbaikan.
(3) Cek rute dan tanda rute (rambu-rambu) untuk mengetahui kondisi lingkungan disekitar rute kabel, apabila terdapat hal-hal yang membahayakan kabel serat optik, misalnya longsor, rumput tinggi dan pepohonan, kegiatan penduduk karena adanya pemukiman baru, serta proyek PU/PERUMKA maka segera diambil langkah-langkah pengamanan maupun perbaikan.
(4) Cek lokasi Manhole  tempat sambungan, untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar, bila terjadi hal-hal yang membahayakan segera dilaksanakan langkah pengamanan.
(5) Mengganti tanda rute kabel yang berupa patok apabila patok yang lama hilang/rusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

c) Patroli Kabel Serat Optik Udara (Aireal Cable)
(1) Cek pepohonan dan rerumputan sekitar rute yang dilewati kabel serat optik, bila
membahayakan perlu dilakukan perambahan dan pemotongan.
(2) Cek kondisi joint closure yang berada di tiang atau di Handhole, bila membahayakan
 perlu dilakukan pengamanan.
(3) Patroli dilaksanakan dengan jalan kaki menelusuri rute kabel sejauh 7 km/hari, agar situasi kabel dapat diketahui sedini mungkin.

d) Pengukuran tegangan input maupun output perngkat OLTE

4) Pemeliharaan 6-Bulanan: 
     Pengukuran core yang kosong dilakukan dua kali dalam setahun yang meliputi :
a) Mendeteksi peningkatan loss kabel (dB/km). 
b) Mendeteksi peningkatan loss pada titk sambung.
c) Mendeteksi kerusakan fisik serat optik (lokalisir gangguan).
d) Pengukuran Optical Output Power OLTE.

5) Pemeliharaan Tahunan
a) Pengukuran BER (Bit Error Rate) tingkat E-1 atau STM-1 yang idle 
b) Alarm test.
c) Pengukuran Sensitivitas dan Margin Receiver

b. Pemeliharaan Jaringan Kabel Optik. 
Pemeliharaan jaringan kabel optik terdiri dari

a.Pemeliharaan 2-Mingguan:
1) Patroli Jarkab optik kabel udara.
2) Patroli Jarkab optik kabel tanah.
3) Patroli Jarkab optik kabel duct.

b. Pemeliharaan 6-Bulanan:
    Pengukuran Core Optik yang Ide meliputi: 
-   Kontinuitas fiber optic (OTDR).
-   Redaman total antarterminal (Laser Source dan Power meter).

2. Pemeliharaan Dadakan 

a.Pemeliharaan Dadakan Perangkat SKSO/OLTE.
   Pada kondisi operasi normal (tidak terjadi ganguan sistem): Pada waktu terjadi gangguan pada sistem maupun perangkat, untuk mengatasi hal ini maka modul yang mengalami alarm segera diganti. 

b.Pemeliharaan Dadakan Jaringan Kabel Optik
   Pemeliharaan dadakan pada kabel serat optik terjadi apabila kabel serat optik yang digunakan sebagai media transmisi terputus. Putusnya kabel serat optik ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu terkena senapan angin, gesekan benang layang-layang, proyek pemerintah, dan kegiatan
masyarakat.