Senin, 23 Januari 2023

Jobshet Fiber Optik

SMKN 1 SAWAHLUNTO

LEMBARAN              :  JOB SHEET  1

JURUSAN  :  TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

MATA PELAJARAN  : TEKNOLOGI JARINGAN BERBASIS LUAS

WAKTU    : 6 X 45 MENIT

TOPIK                        : FIBER OPTIK

KODE        :  -

JUDUL                       : KABEL FIBER  OPTIK








A. Tujuan :

     Setelah job sheet  1, peserta didik diharapkan dapat :
1.Mengetahui dan menjelaskan alat-alat fiber optik
2.Mengetahui dan menjelaskan tentang fiber optic
3.Mengetahui dan menjelaskan teknik-teknik fiber optic

B. Alat dan Bahan :
    Alat dan bahan yang dibutuhkan :
1.Kabel fiber optic


2.Fusion Splicer


   Alat ini untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser.

3.Stripper Atau Miller


   Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.

4.Cleaver

   Alat ini berfungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas

5.Optical Power Meter (OPM)
   Alat ini berfungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk

6.Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)


    Alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu.

7.Light Source


    Alat ini berfungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya

8.Optical Fiber Identifier

  Alat ini berfungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya.

9.Visual Fault Locator
   Alat ini berfunsi untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic.

10. Bit Error Rate Test
      Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM 

11. Fiber Optic Adapter
     
    Alat berfungsi untuk melakukan penyambungan/menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain.

C. Teori Pendukung :    
  
    Fiber optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. 

komponen utama yang membentuk kabel fiber optik:
a.Bagian Inti (Core), terbuat dari bahan kaca dengan ukuran yang sangat kecil, yaitu berdiameter 2µm hingga 50 µm, Semakin besar diameter fiber optik, maka semakin baik pula performanya.
b.Bagian Cladding, adalah pelindung yang menyelimuti bagian inti, yang biasanya berukuran mulai dari 5µm hingga 250 µm.
c.Bagian Coating, adalah mantel yang terbuat dari serat optik berbeda dari cladding dan core. 
d.Bagian Strength Member & Outer Jacket, adalah bagian terluar dari Fiber Optik, yang berfungsi untuk melindungi 3 lapisan terdalam dari gangguan fisik secara langsung.

Cara Kerja Fiber Optik :
   Jika kabel biasa menggunakan arus listrik untuk menyebarkan data, maka fiber optik menggunakan aliran cahaya. Aliran cahaya yang digunakan tersebut adalah hasil konversi dari aliran listrik, jadi tidak akan terganggu oleh gangguan elektromagnetik sama sekali. Selanjutnya, fiber optik memanfaatkan serat kaca demi mendapatkan refleksi cahaya yang tinggi sehingga semua data bisa disebarkan/ditransmisikan dengan kecepatan optimal. Refleksi tersebut berasal dari cahaya yang berada pada serat kaca dengan sudut rendah.

Kelebihan Fiber Optik :
1)Memiliki kecepatan transmisi data yang super cepat, yang mencapai 1 GB/detik.
2)Bisa mentransmisikan data dalam radius yang jauh tanpa membutuhkan penguat sinyal.
3)Tahan terhadap cuaca.
4)Tahan terhadap karat karena terbuat dari kaca dan plastik.
5)Berukuran kecil dan fleksibel.
6)Tidak terganggu gelombang elektromagenetik (seperti gelombang radio) karena menggunakan cahaya sebagai media transmisi.
7)Tidak ada risiko konsleting listrik karena kabel tidak mengandung listrik.
8)Tingkat keamanan tinggi karena tidak ada distorsi (jikapun ada, cuma sedikit).

Kekurangan fiber optic :
1)Biaya instalasi dan maintenance mahal.
2)Membutuhkan sumber cahaya yang kuat.
3)Kabel harus dipasang di jalur berkelok demi memaksimalkan kecepatan dan kelancaran penyebaran cahaya.

D. Langkah-langkah :
     Terdapat 3 metode yang menjadi pilihan dalam melakukan penyambungan kabel serat optik, yaitu:
1.Metode Fusion Splice




   Metode ini merupakan metode penyambungan dengan cara Fusi (peleburan) sesuai titik lebur serat optic.
a.Proses persiapan yang meliputi pengupasan coating dan cladding, keduanya adalah lapisan pelindung inti fiber. 
b.Pengupasan gunakan spesial alat kupas serat optik (fiber stipper tool)
c.Pembersihan fiber optik dengan mengunakan tisue yang dibasahi alkohol 90%.
d.Pemotongan inti fiber dengan menggunakan alat fiber cleaver atau yang sejenis.
e.Penyambungan yang meliputi alignment, position dan fusion kemudian menampilkan posisi titik sambung serta nilai loss fiber.
f.Pemasangan fiber heat shrink sleeve untuk melindungi sambungan fiber agar tidak mudah patah


2. Metode Mechanical Splice

    Mechanical Splice adalah metode penyambungan dengan cara mekanik. Untuk melakukan penyambungan dengan sistem mekanik ini, diperlukan mechanical splice assembly serta perangkat tool kit set, penyambungan dengan metoda ini tidak diperlukan catuan listrik. 
a.Persiapan penyambungan dilakukan seperti pada point 1 butir a sampai dengan c kemudian proses penyambungan dilakukan dengan menempatkan kedua ujung fiber optik pada V grove dari mechanical splice.
b.Langkah berikutnya, dilakukan pengaturan agar kedua ujung fiber optik bertemu pada medium mechanical splice. 
c.Kemudian handle pada mechanical splice didorong ke bawah sehingga dapat menekan cap dari mechanical splice.
d.Sambungan dengan sistem mechanical splice ini relatif mudah dan tidak memerlukan catuan listrik seperti yang ada pada fusion splicer, namun hasil ukur dari sambungan ini berkisar pada 0.2 dB.

3.Metode Connector Splice



    Metode ini adalah metode penyambungan fiber optik dengan menggunakan konektor, adapun sistem ini mempercepat sistem penyambungan.
Sistem penyambungan dengan konektor hanya memerlukan material konektor saja sebagai titik sambung namun untuk semua persiapan sama dengan fusion splice dan mechanical splice.

E. Evaluasi

Dari ketiga sistem penyambunagn fiber optik tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan yaitu :
a.Rugi daya sinyal pada saat penyambungan disebabkan oleh cara penyambungan itu sendiri.
b.Sistem penyambungan dapat tentukan dengan mempertimbangkan kualitas sambungan.
c.Hasil penyambungan dengan menggunakan sistem fusion splice akan lebih baik dari kedua sistem penyambungan yang lain.
d.Penyambungan dengan sistem mechanical dan connector nilai redaman tidak bisa diketahui langsung.
Artinya kita perlu mempertimbangkan dan memilih metode yang paling tepat dan cepat di dalam pelaksanaannya.


0 comments:

Posting Komentar